• Berita Terkini

    Monday, March 20, 2017

    Bogowonto Meluap Rendam Tujuh Desa di Purworejo

    PURWOREJO- Hujan desar yang melanda Kabupaten Purworejo, Sabtu (18/3) menyebabkan air Sungai Bogowonto meluap. Akibatnya tujuah desa yang berada di sepanjar bantaran sungai terendam banjir. Kedalaman air di masing-masing lokasi berkisar antara 50-100 centimeter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena air tidak merendam terlalu lama.

    Desa yang terdampak banjir, yakin, Purwosari, Jenar Wetan, Ketangi, Guyangan, Banjarsari, Kebonsari dan Karangsari di Kecamatan Purwodadi. Luapan air bahkan merendam milik sedikitnya 120 Kepala Keluarga. Hingga Minggu pagi (19/03), air banjir masih mengepung warga desa. "Hingga pukul 08.00 WIB, air masih dalam ketinggian kurang lebih 10 centimeter," ungkap  Danramil 14/Purwodadi, Kapten Inf A H Nasution.

    Sementara itu, lanjutnya, ketinggian air di Desa Karangsari masih sekitar 20 centimeter. Meski begitu, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa ataupun luka. sementara kerugian materil belum dapat dipastikan. "Kondisi air sudah semakin surut," katanya.

    Menyikapi hal itu, pihaknya bersama Muspika siaga di lokasi dan meminta kepada masyarakat untuk memantau perkembangan air, meningkatkan kesiagaan dan selalu waspada.


    Sementara itu banjir juga berhasil merendam lahan pertanian warga.Informasi di lapangan, sedikitnya 5 hektare lahan pertanian warga dan komoditas palawija milik warga setempat karena terendam air. Akibatnya petani terancam gagal panen mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

    "Rata-rata tanaman Palawija bisa dipastikan bosok. Selain itu cabai juga terancam gagal panen," kata Sumarjono, salah satu petani setempat.

    Ia menjelaskan, dua dusun di wilayahnya kerap menjadi langganan banjir jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Dua dusun tersebut yakni Dusun Keposong dan Kuripan."Waktu banjir tahun lalu bahkan lebih parah dari ini. Dulu rumah saya terendam sampai setinggi dada orang dewasa. Semalem yang banjir sampai satu meter itu karena ada rumah yang memang letak rumahnya itu didataran rendah, jadi air mudah merendam kawasan itu," imbuhnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top