• Berita Terkini

    Tuesday, March 7, 2017

    Banjir Rendam 12 Desa di Pekalongan

    PEKALONGAN  - Belum lama intensitas rob menurun, banjir air hujan kembali memenuhi daratan permukiman di pesisir Kabupaten Pekalongan. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pekalongan sore kemarin, mengakibatkan sedikitnya 12 desa di Kabupaten Pekalongan terendam banjir dengan ketinggian rata-rata hampir setengah meter.

    Berdasarkan info yang terhimpun, 12 desa di tiga kecamatan terendam yang tergenang banjir di antaranya di Desa Pecakaran, Pesanggrahan, Api-api, Wonokerto Kulon, Wonokerto Wetan, Tratebang, Sijambe Kecamatan Wonokerto, Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa, Desa Tegaldowo, Karangjompo, Mulyorejo dan Desa Jeruksari Kecamatan Tirto.

    Meskipun permukimannya diselimuti banjir bercampur rob, namun sebagian besar warga tetap bertahan di rumah-rumah mereka. Masyarakat memilih tetap bertahan, lantaran permukimannya memang sudah terbiasa menjadi langganan banjir, terutama banjir rob.

    "Saat ini banjir cukup tinggi. Kedalaman sekitar 30-50 centimeter. Untuk kondisi rob sebenarnya sudah lumayan turun. Namun, karena hujan selama lebih dari dua jam sejak sore tadi, membuat banjir hampir merata di setiap RT," kata Mubarok, Kepala Desa Mulyorejo, kemarin (7/3).

    Ia mengungkapkan, hampir 80 persen dari total rumah di Desa Mulyorejo, terendam banjir. "Sekitar 500an rumah terendam banjir," lanjut dia.

    Diakui, sering menjadi daerah langganan banjir membuat aktivitas masyarakat di desanya terganggu. Hal ini tentu menghambat segala aspek, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pendidikan. "Namun, Alhamdulillah pemerintah daerah berencana bakal bangun tanggul besar (great wall) untuk mengatasi banjir dan rob di pesisir. Upaya ini sangat ditunggu masyarakat, khususnya masyarakat pesisir," ujar dia.

    "Pembebasan lahan untuk pembangunan tembok besar itu sudah dilakukan dengan luas 11 bidang. Great wall ini akan dibangun sepanjang 460 meter di tepi sungai yang menjadi batas antara Desa Jeruksari dan Mulyorejo," jelasnya.

    Dijelaskan lagi, tembok besar itu akan dibangun dengan bentuk leter L yang menyambung dari titik Desa Mulyorejo hingga ke muara sungai dengan panjang sekitar 750 meter. "Kami berharap pembangunan itu bisa dilaksanakan segera. Karena ini menjadi harapan masyarakat untuk bebas dari rob. Dampak dari pembangunan ini tidak hanya baik untuk warga Mulyorejo saja, namun juga untuk masyarakat Tegaldowo dan Karangjompo yang turut terdampak rob," tandasnya. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top