• Berita Terkini

    Wednesday, March 29, 2017

    Ada Bandara Peninggalan Belanda di Pekalongan

    MUHAMMAD HADIYAN
    PEKALONGAN - Selain memiliki pesona alam yang indah, ternyata Kabupaten Pekalongan juga memiliki berbagai warisan peninggalan-peninggalan sejarah. Salah satunya, yakni terkuaknya hasil penelitian landasan bandar udara (bandara) zaman penjajahan Belanda di Kecamatan Kesesi.

    Bahkan, kawasan peninggalan bandara peninggalan Belanda yang memiliki luas hingga 25 hektar ini cukup mencengangkan. Pasalnya, dari hasil penelitian tim ahli, kawasan tersebut dilihat dari foto satlit mirip logam. Padahal sebenarnya kawasan itu ditumbuhi rerumputan.

    Hal itu dibenarkan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Rabu kemarin (29/3). Ia menuturkan, keunikan dan keajaiban Kota Santri sungguh luar biasa. Sebab, potensi dan peninggalan-peninggalan sejarah, mampu membuat semua orang tercengang.

    Menurutnya, potensi serta peninggalan sejarah itu, bukan merupakan sebuah kenangan belaka, melainkan bisa di eksplor atau dikembangkan baik masa sekarang, maupun masa mendatang. Kemudian hal tersebut juga mampu meningkatkan kejayaan Kota Santri, juga kemakmuran masyarakat.

    "Usai melakukan pengkajian langsung dengan pihak-pihak ahli, menurut saya, Kabupaten Pekalongan ini bisa dikatakan sebagai daerah unik dan ajaib. Karena banyak temuan-temuan yang mencengangkan. Dan itu bukan cuma peninggalan tapi bisa dikembangkan," ujar Asip.

    Kemudian, ia menyebutkan, untuk peninggalan warisan Belanda berupa landasan bandara udara di Kecamatan Kesesi, bupati menunjukkan sebuah berkas laporan hasil penelitian serta pemotretan udara, di wilayah peninggalan tersebut.

    Dari berkas yang disusun oleh tim ahli serta dari lembaga profesional tersebut, menunjukkan di kawasan peninggalan landasan udara, seluas 25 hektar, terdapat sebuah kawasan terdeteksi mirip sebuah logam, namun sebenarnya kawasan tersebut tumbuh rerumputan.

    "Kita masih akan terus mengkaji lebih lanjut, harapannya ke depan bisa dimanfaatkan lokasinya. Bahkan di masa akan datang, tidak menutup kemungkinan akan kembali dikembangkan sebagai bandara udara," ungkap bupati.

    Hal tersebut juga sudah dilaporkan Asip kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada kesempatan Musrenbang Wilayah Karisidenan Pekalongan, di Pemalang, beberapa waktu lalu. Ia berharap, laporan tersebut dapat ditindaklanjuti juga oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov).

    "Lokasi tersebut, secara teknis sudah sangat memenuhi syarat untuk bandara udara di wilayah Pantura.  Sehingga, kita harap dengan akan adanya bandara udara di wilayah Pantura ini, akan mempercepat pembangunan Kabupaten/Kota se Karesidenan Pekalongan," tandasnya. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top