• Berita Terkini

    Wednesday, February 15, 2017

    Warga Pati Ikuti Coblosan di Tengah Banjir

    SEJUMLAH tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Pati dikepung banjir. Kondisi tersebut membuat warga harus menggunakan alat bantu berupa perahu supaya bisa menjangkau lokasi pencoblosan.

    Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, total yang terendam banjir sebanyak 29 TPS. Jumlah itu tersebar di lima kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Gabus, Jakenan, Juwana, Kota dan Sukolilo.


    Dengan kondisi TPS tersebut, membuat warga yang punya hak pilih menjadi tak leluasa dan tidak nyaman. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan kedatangan warga untuk memberikan pilihannya.

    Salah satu TPS yang dirambah banjir itu adalah TPS II di RT 2/RW 2 Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Proses pemungutan suara di kawasan tersebut mestinya diselenggarakan di rumah Sarbin, warga RT 1/RW 2 desa setempat.

    Oleh karena rumah Sarbin tergenang air, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) memindahkan lokasi pemungutan ke rumah Sumadi warga RT 2/RW 2 desa setempat. Selain ruang tamu yang cukup luas, juga memiliki ketinggian rumah yang tak dijangkau genangan air. Tinggi genangan mendekati lokasi TPS hingga sepaha orang dewasa atau satu meteran.


    Warga setempat, Santoso mengatakan, harus menaiki perahu warga untuk mendatangi lokasi TPS. Untuk mendapatkan penjemputan perahu tidak sulit karena hampir tiap rumah memilikinya.

    Kawasan tersebut kondisi tanahnya tergolong rendah, sehingga rentan terhadap genangan. Untuk menuju ke TPS, dia dengan warga lainnya menempuh jarak sekitar 200 meter dengan menaiki perahu. Perahu yang ditumpanginya dapat memuat hingga 10 orang. Selain perahu sopek milik warga, terdapat juga perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati yang hilir mudik di kawasan TPS.

    Ketua KPPS Siman mengatakan, di lokasi tersebut tidak tersedia fasilitas umum yang memadahi sebagai TPS. Jadi pihaknya menggunakan rumah warga menjadi TPS. ”Di kawasan TPS ini tidak ada fasum seperti sekolahan. Kalaupun ada lokasinya jauh. Pelaksanaan pemungutan juga tidak mungkin dilakukan di tempat terbuka karena kondisi yang penuh genangn dan cuaca hujan,” terang Siman kemarin.

    Dia menegaskan, jumlah seluruh warga yang memiliki hak pilih di TPS II sebanyak 345 orang. Sekitar pukul 10.00 jumlah pemilih sudah 80 persen menggunakan hak pilih. Rinciannya, pemilih laki-laki 100 orang dan perempuan 179 orang.
    Banjir juga menjadi kendala bagi pemilih di TPS 2 di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Gabus. Di lokasi itu, sebelumnya TPS ditaruh di rumah Kepala Dusun (Kadus) Marzuki. Karena pelataran rumahnya tergenang air, akhirnya dipindahkan ke rumah Yono. ”Jumlah pemilih sebanyak 407 orang, hingga jam 11.00 yang belum mencoblos 95 orang,” katanya.

    Banjirnya sendiri sudah dimulai sekitar 1-2 minggu. Hal itu dikarenakan meluapnya Sungai Juwana. Ketinggian genangan airnya bervariasi di tiap desa. Ada yang 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter. (him/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top