• Berita Terkini

    Tuesday, February 21, 2017

    Taman Geger Menjangan Mulai Dibenahi

    ndi/ekspres
    PURWOREJO- Upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo menjadikan Taman Geger Menjangan menjadi fasilitas publik dinilai berhasil. Kawasan yang disebut ruang terbuka hijau (RTH) itu kini benar-benar hijau dan asri, sehingga mengundang masyarakat untuk datang.

    Dilengkapi wahana permainan, beberapa gazebo dan aneka pohon langka, memiliki manfaat ganda, sebagai lokasi wisata dan edukasi anak. Masyarakat
    juga bisa nyaman dengan adanya fasilitas parkir yang lega dan memadai. "Sudah menarik dan semakin baik. Tapi tetap masih butuh beberapa sentuhan," kata Tri Widyaningsih (38), warga Kelurahan Cangkreplor, Kecamatan Purworejo, kemarin.

    Tri menilai, Pemkab telah melakukan perawatan dengan baik karena Geger Menjangan kini telah menjadi lokasi yang apik untuk dikunjungi. Keberadaan rumput yang tercukur rapi didukung keberadaan ranaman cantik di kanan-kiri jalan membuat orang akan betah berlama-lama. "Hanya perlu ada penambahan wahana mainannya. Yang ada sekarang masih kurang. Kalau banyak yang datang, kita harus antri. Padahal anak-anak sudah ingin segera," imbuh Tri.

    Penempatan mainan yang ada, sebaiknya tidak hanya disisi timur, karena masih ada ruang kosong di bagian barat.  Akan lebih baik lagi jika ruang-ruang kosong lain di bagian belakang juga diisi.

    Pandangan berbeda disampaikan Hermawan (32), warga Desa Sambeng, Kecamatan Bayan. Adanya tanaman langka, perlu dilengkapi dengan nama pohon karena banyak masyarakat yang tidak lagi mengenal. "Terus terang, saya sendiri tidak tahu nama-nama pohon yang jarang kita temui," katanya.

    Dirinya berharap di setiap di setiap pohon atau tanaman dilengkapi dengan papan nama lengkap dengan nama ilmiahnya. Hal ini akan menambah pengetahuan masyarakat yang datang."Saya rasa, kalau sekedar memasang papan nama tidak terlalu mahal," tambahnya.

    Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Purworejo, Mulyono menyampaikan jika wahana permainan yang ada, tidak bisa secara cepat ditambah. Karena ada proses anggaran yang harus dilakukan. "Paling cepat ada di perubahan nanti. Kami memang berencana memasukkanya di perubahan nanti," kata Mulyono.

    Menurutnya, jenis alat permainan yang ada saat ini baru saja diperbaiki. Masih banyak anggota masyarakat yang memanfaatkan di luar batas penggunaan.
    "Alat itu untuk anak, bukan orang dewasa. Tapi tahu sendiri pemakaiannya. Selain orang dewasa, kadang anak juga menggunakan melebihi bebannya. Misalnya hanya untuk dua anak tapi digunakan sampai empat anak," katanya.

    Usulan yang akan dimasukkan rencananya digunakan membeli alat yang lebih kuat dan bisa digunakan orang dewasa. Mulyono berharap, masyarakat memahami dan turut menjaga aset yang ada di Geger Menjangan. "Kalau papan nama, kita rencananya menggunakan papan permanen dari semen. Tapi menunggu pohonnya lebih besar," jelasnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top