• Berita Terkini

    Thursday, February 16, 2017

    Setelah Enam Bulan Digembleng, 15 Peserta Pawiyatan Dinyatakan Lulus

    Add caption
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Sebanyak 15 peserta dari 22 peserta, berhasil lulus pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda (kursus pembawa acara dan pidato Bahasa Jawa) yang digelar Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kebumen, selama enam bulan, tepatnya sejak September 2016 hingga Februari 2017.

    Pengumuman kelulusan tersebut setelah dilaksanakan pendadaran paragan (uji praktik) di aula Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen, Minggu (12/2/2017). "Tindaklanjut kegiatan ini akan dilaksanakan wisuda pada awal April mendatang," kata Ketua DPD Permadani Kebumen Drs Wuryanto MMPd, Senin (13/2).

    Wuryanto yang juga Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kebumen menjelaskan, pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda juga segera digelar di Kecamatan Prembun. Selanjutnya akan dilaksanakan pawiyatan tari lawet. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagus bagi siapa saja yang ingin belajar tari asal Kebumen serta belajar sebagai pembawa acara serta pidato Bahasa Jawa.

    Lebih lanjut Wuryanto mengatakan, pendadaran paragan pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda dengan tim penguji yang terdiri atas Drs Vektor Sudiyono MPd, Hj Sri Maryatni SE, dan Drs H Sutoto SPd, yang masing-masing merupakan Dwijo (guru) Permadani Kebumen. Dalam ujian tersebut Vektor menilai terkait bahasa dan sastra, Sri Maryatni menilai penampilan dan busana serta Sutoto menilai teknik pembawa acara dan pidato Bahasa Jawa.

    Menurut Wuryanto, peserta yang lulus kali ini merupakan angkatan ke-13. "Total hingga sekarang, jumlah lulusan pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda mencapai 600-an orang," terangnya, sembari mengatakan mereka dari berbagai kalangan, mulai guru, pegawai pemkab, hingga kalangan umum.

    Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya dapat menjadi pembawa acara saja, tetapi juga melestarikan dan menjaga Bahasa Jawa yang saat ini meredup. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi serta arus globalisasi. "Syukur-syukur dengan mengikuti kegiatan tersebut mampu menggunakan Bahasa Jawa yang baik dan benar," imbuhnya.

    Pemkab Kebumen pun kini telah menerapkan penggunaan Bahasa Jawa setiap Kamis, menyusul adanya Surat Edaran dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Selain menerapkan penggunaan Bahasa Jawa saat rapat-rapat, setiap Kamis juga menggunakan bahasa yang adi luhung tersebut dalam berkomunikasi serta bercakap-cakap. "Kami menekankan agar anak-anak muda juga ikut pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda," ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top