• Berita Terkini

    Wednesday, February 15, 2017

    Perajin Tunggak Jati Moncerkan Batu Suiseki

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Perajin tunggak (akar) pohon jati di Kebumen teryata mampu memoncerkan batu suisesi di tengah-tengah meredupnya batu akik sekarang ini. Betapa tidak, tunggak kayu yang dijadikan landasan (tempat duduk) batu alam tersebut memberi nilai seni tersendiri. Bahkan dengan dihiasi tunggak jati, harga batu suiseki akan semakin melambung.

    Perpaduan antara kerajinan seni batu dan kayu, ternyata mempunyai dampak positif dan semakin memberikan nilai seni nan tinggi. Batu suiseki yang bertahkan kayu jati dengan sentuhan seni, mampu menjadi sebuah maha karya nan elok. Hal inilah yang dilakukan oleh Romelan (49) warga Desa Wonotirto Kecamatan Karanggayam yang mempunyai tempat usahanya bernama Unggul Giri Sela. "Awalnya saya memang perajin batu akik, namun setelah batu akik meredup, saya kemudian menekuni sebagai perajin tunggak kayu jati untuk mempercantik batu suiseki," kata Romelan yang ditemui di rumahnya, Selasa (14/1/2017)

    Oleh tangan terampil Romelan, tunggak jati pun dibuat bentuk sedemikian rupa dan disesuaikan dengan ukuran batu suiseki. Untuk batu yang ukurannya tinggi, maka landasan tunggak jatinya pun tinggi. Menurutnya, hanya batu akik saja yang meredup di pasaran. Sedangkan batu suiseski tetap laku. Begitu pula batu taman dan batu poles. Romelan pun aktif mengumpulkan batu dari lingkungan sekitar. Ia acapkali mengais batu-batu di pinggir Sungai Lukulo dari sisa penyedotan pasir.

    Menurutnya, satu batu ukuran kecil pun bisa laku terjual Rp 350 ribu. Harga batu kecil dapat sebanding dengan harga satu truk pasir yang disedot menggunakan alat berat. Bahkan dengan diberi tunggak jati, harga batu suiseki itu bisa menjadi berlipat ganda. "Kalau diberi tunggak jati, dijualnya paket, dengan harga bervariasi. Ada yang Rp 7 juta," terang Romelan sembari menunjukkan batu suiseki di teras rumahnya RT 01/RW 2, Dukuh Binangun, Desa Wonotirto, Kecamatan Karanggayam.


    Romelan mengemukakan, pembeli biasa datang langsung ke rumahnya. Adapun selama ini beberapa pembeli datang dari berbagai daerah seperti Serang Banten, Semarang, Yogyakarta, Cilacap, Purwokerto, dan Purbalingga. Bahkan ada yang dari luar Jawa seperti Kalimantan, Lampung, dan Palembang. Batu suiseki yang dipercantik dengan tunggak jati itu cocok untuk hiasan kantor maupun rumah. "Mestinya ini bisa ditangkap oleh pemerintah, karena merupakan kekayaan daerah. Sehingga, kantor-kantor pemerintah juga dihiasi batu suiseki," ucap Romelan. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top