• Berita Terkini

    Sunday, February 12, 2017

    Kecamatan Alian Banjir Lagi, Akses Utama Sempat Lumpuh

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen pada Minggu, (12/2/2017) mengakibatkan sebagian wilayah Kecamatan Alian kembali banjir.

    Banjir yang diakibatkan luapan sungai Kedungbener membuat akses jalan utama menuju kecamatan Alian dan Wadaslintang lumpuh total.  Itu setelah ketinggian air mencapai hampir 60 cm. Adapun wilayah terdampak banjir meliputi Desa Krakal, Kalirancang, Sawangan, dan Seliling.

    Fajilah (16) warga Desa Wonokromo kecamatan Alian mengatakan banjir mengakibatkan dia tak dapat pulang tepat waktu. Daripada terjebak banjir, dia memilih meunggu air surut. "Nggak bisa nyebrang airnya tinggi banget tadi banyak yang nekad motornya mogok," katanya saat ditemui tengah berteduh dir umah warga

    Surono, salah satu tokoh pemuda desa Sawangan Kecamatan Alian mengatakan, banjir mulai terjadi sejak Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu, ketinggian air terus naik dan sempat mencapai perut orang dewasa pada Minggu malam pukul 19.00 WIB. "Untung belum sampai masuk ke rumah penduduk," ujar Ketua Karangtaruna Desa Sawangan tersebut.

    Kepala Bidang Kebencanaan dan Logsitik pada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), Drs Muhyidin mengatakan, banjir di Kecamatan Alian terjadi lantaran luapan Sungai Kedungbener. Tak hanya di Kecamatan Alian, banjir juga terpantau di Kecamatan Kebumen. "Banjir terpantau Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Air menggenangi areal persawahan, juga membuat jalur transportasi ke Kecamatan Alian tertutup total," ujarnya.

    Titik-titik genangan terpantau di sebelah timur Kecamatan Alian, Pasar Hewan Alian, Sebelah selatan Balai Desa Kalirancang, Sawangan dan Seliling. "Banjir sempat terjadi satu jam namun kemudian surut," ujarnya.

    Namun, air kemudian menggenangi wialyah Desa Sumberadi Kecamatan kebumen yang berada di bawah wilayah kecamatan Alian. Di tempat ini, banjir menggenangi
    halaman rumah penduduk. "BPBD masih terus melakukan pemantauan dan menyiapkan perahu bila sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Muhyidin. (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top