• Berita Terkini

    Thursday, February 9, 2017

    Jadi Langganan Banjir, Pasar Rogodono Dikeluhkan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pedagang Pasar Podomoro Desa Mergosono, Kecamatan Buayan, mengeluhkan kondisi pasar tempat mereka berjualan sudah tidak layak. Keluhan tersebut disampaikan pedagang kepada Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, saat meninjau pasar tersebut, Rabu (8/2/2017).

    Salah satu pedagang, Wage (56), mengeluh selain kumuh, saat hujan pasar  yang terletak di Jalan Karangbolong Desa Mergosono itu sering diterjang banjir. "Hujan sedikit saja pasar langsung banjir," keluh Wage, mewakili para pedagang pasar.

    Penyebabnya, kata Wage, karena sudah sangat lama pasar belum pernah diperbaiki. Selain itu, pasar tersebut juga belum dilengkapi saluran drainase. "Kami mohon kepada bapak bupati, agar dapat memberikan solusinya," kata Wage, dan diiyakan oleh pedagang lainnya.

    Para pedagang meminta bupati dan jajarannya membangun pasar itu agar tidak kumuh dan banjir. Sehingga akan mendatangkan pembeli lebih banyak lagi. "Selama ini banyak pembeli yang nggak masuk ke dalam pasar. Apalagi kalau pas lagi banjir, pasar jadi sepi banget," ucapnya.

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, menegaskan Pasar Podomoro merupakan pasar mik Desa Mergosono, Kecamatan Buayan. Pasar merupakan pasar desa terbesar yang ada di Kabupaten Kebumen. Namun demikian, pihaknya akan membantu pemerintah desa setempat membangunnya.

    "Pemerintah desa sudah mengirimkan proposal ke kami senilai Rp 450 juta. Dari pemerintah daerah akan membantu Rp 200 juta, sisanya dari desa," tegas Bupati Mohammad Yahya Fuad.

    Bupati memastikan pasar akan mulai diperbaiki pada tahun ini secara bertahap. Pada tahap awal akan dipercantik bagian depan pasar, selanjutnya perbaikan saluran drainase hingga perbaikan fasilitas lainnya.

    "Nanti kalau sudah dibangun saya minta dijaga kebersihannya. Meskipun pasar desa tapi harus bersih tidak kalah dengan pasar di kota," ujarnya.

    Turut mendampingi bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tri Haryono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Nugroho Tri Waluyo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (Dispermades P3A, Moh Amirudin, dan Kabag Humas Setda Kebumen Sukamto.

    Kepala Dispermades P3A Moh Amirudin, menyampaikan pada 2017 ada 30 pasar desa siap direvitalisasi. Sumber pembiayaan revitalisasi pasar desa dengan prosentasi 1:1 antara dana desa (DD) dengan bantuan Pemkab Kebumen melalui APBD. Pada APBD 2017 ini, Pemkab Kebumen menganggarkan dana sebesar Rp 4 miliar untuk bantuan keuangan pada desa-desa yang akan melakukan revitalisasi pasar.

    "Total desa yang mengajukan revitalisasi pasar sebanyak 61 desa. Tetapi setelah dilakukan verifikasi dan menyesuaikan dengan dana yang ada hanya disetujui 30 desa," ujar Amirudin.

    Lebih lanjut Amirudin menambahkan, bantuan yang akan berikan antara satu pasar dengan yang lain berbeda sesuai dengan kebutuhan. Hanya saja jumlah bantuan yang diberikan minimal Rp 70 juta dan maksimal Rp 200 juta.

    “Setiap desa melakukan revitalisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya, ada desa yang hanya memperbaiki beberapa kios pasar saja,” tandas Amirudin.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top