• Berita Terkini

    Jumat, 24 Februari 2017

    Genangan di Pasar Klewer Usik Pemerintah Pusat

    DAMIANUS BRAM/RASO
    SOLO — Persoalan genangan air di basement Pasar Klewer ikut menyita perhatian pemerintah pusat. Laporan wali kota ke menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) langsung mendapatkan respons dengan menunjuk perwakilan meninjau langsung lokasi, Kamis (23/2).

    Hadir Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan didampingi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Kepala Dinas Perdagangan Subagyo, General Manager (GM) PT Adhi Karya Sukaryo dan Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Wika) Widhi Pujiono.

    Saat rombongan tiba di basement, lebih dari separo lokasi tergenang. Beberapa pekerja terlihat memperbaiki kebocoran lantai yang mengakibatkan air tanah dari bawah naik ke lantai basement. Mereka menyuntik lantai yang bocor dengan cairan khusus.

    Di tengah-tengah peninjauan, Sukaryo memastikan bahwa genangan air bukan menjadi tanggung jawab mereka. Namun, dia juga tidak menyebut bahwa masalah tersebut adalah kesalahan konstruksi dari PT Wika.

    “Kalau ini (basement, Red) bukan saya lho (yang mengerjakan, Red). Kita bagian atas saja, dan itu sudah selesai semua,” jelas Sukaryo.
    Menurutnya, genangan di basement berasal dari sisi bawah. Air muncul karena kurang rapatnya sambungan antarbeton. “Sebenarnya cuma kurang rapatnya sambungan-sambungannya. Itu juga sudah disuntik,” kata Sukaryo.

    Analisa singkat itu dibantah Widhi. Dia berpendapat genangan berasal dari sisi selatan bangunan. Artinya, seluruh beton basement yang terpasang telah rapat dan sempurna, sehingga tidak mungkin terjadi kebocoran. Widhi kemudian menunjukkan asal air yang mengucur dari arah atas.

    “Ini bukan kesalahan Wika. Air datangnya dari samping, tidak ada yang dari bawah. Datangnya air pun hanya saat hujan lebat. Kalau pun sekarang masih ada (genangan, Red), ini hanya sisa-sisanya,” ujar Widhi.

    Dia menyebut setelah pengerjaan basement selesai, maka pelaksana proyek selanjutnya turut mempertimbangkan hal-hal yang menjadi penyebab tidak sinkronnya fungsi antarbangunan. Selain itu, sudah menjadi kewajiban pengembang lantai 1 Pasar Klewer membuat saluran air agar tidak turun ke basement.

    “Tetapi ya sudah, karena ini yang tergenang basement, kita yang akan selesaikan. Sebagai solusi sementara kita membuat saluran dari beton sehingga air dari atas dialirkan ke lokasi yang tepat. Kalau sudah jadi, saya yakin sudah tidak ada air (di basement,Red),” imbuhnya.

    Wika menargetkan pengerjaan saluran air memakan waktu sekitar satu bulan. Setelah itu, seluruh basement bakal bebas banjir dan siap digunakan. Widhi akan berkomunikasi dengan PT Adhi Karya guna menentukan solusi permanen mengatasi genangan. “Setelah komunikasi akan disimpulkan bagaimana baiknya,” ujar dia.

    Sementara itu, Pontas Tambunan memberikan arahan kepada dua perusahaan pelat merah itu agar bekerja sama menyelesaikan genangan di basement Pasar Klewer. Dia tak ingin ada alasan lagi dari PT Adhi Karya maupun PT Wika. Dan ketika Pasar Klewer diresmikan medio April harus bersih dari genangan.

    “Ya kita dorong untuk mengintensifkan komunikasi antara Adhi Karya dan Wika. Setelah itu dipetakan masalahnya baru kemudian dibuat program penyelesaian. Saya kira itu akan membuahkan hasil,” tandas Pontas. (irw/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top