• Berita Terkini

    Thursday, February 2, 2017

    Ganjar: Jangan Tunggu Korban Lagi, Segera Perbaiki!

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Batas DIY-Kabumen-Wangon segera memperbaiki kerusakan jalan di jalur selatan, terutama di ruas Kebumen-Purworejo.

    Ganjar tak ingin korban kecelakaan makin berjatuhan akibat kondisi jalan berlubang yang hampir menyebar rata di sepanjang jalan nasional tersebut.
    "Ini sudah parah sekali. Kalau warga cuma marah-marah itu sudah biasa. Tapi ini sudah ada yang mati akibat lubang-lubang di jalan ini," tandas Ganjar saat meninjau jalan rusak di ruas Jalan Raya Prembun, Kamis (2/2/2017).

    Saat peninjauan ke Jalur Lintas Selatan Kebumen-Purworejo, Ganjar banyak menjumpai lubang, baik berukuran kecil maupun yang lebar dan dalam. Saking banyaknya lubang, warga menyebut kawasan tersebut sebagai "jeglongan sewu".

    Menurut Ganjar, kalau jeglongan itu tak segera ditangani, akan semakin banyak memakan korban. Meski, dia juga melihat upaya warga untuk mengantisipasi kecelakaan dengan memasang ban bekas, drum hingga pohon pisang sebagai penanda. Tapi, tetap saja kerap terjadi kecelakaan karena lubang hampir menyebar rata di sepanjang jalan nasional tersebut.

    Karenanya, Ganjar mendesak agar perbaikan segera dilakukan. Bahkan jika jalan rusak berstatus provinsi, Ganjar siap mengatasinya saat itu juga. Tetapi karena jalan nasional, pemerintah pusat yang berwenang menanganinya.

    "Untuk bisa mempercepat perbaikan jalan parah ini, saya harus telepon Dirjen Bina Marga, Kementerian PU, atau siapa? Akan saya telepon sekarang juga. Bahkan supaya cepat ditangani kami siap membantu," ucapnya kepada petugas PPK.

    Ganjar menambahkan, Pemprov Jateng siap membantu pemerintah pusat untuk perbaikan jalan penuh jeglongan itu. Menurutnya, jika PPK sudah menyediakan material dan terkendala alat, Pemprov Jateng akan membantu menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk menambal maupun memperbaiki jalan.

    Sementara itu, petugas PPK Batas DIY-Kebumen-Wangon, Farman Ali mengatakan, proses perbaikan jalan dari Wangon sampai perbatasan DIY atau sepanjang 137 kilometer sudah dimulai sejak 27 Januari 2017.

    "Upaya perbaikan sudah kami lakukan sejak 27 Januari lalu, sehingga belum semuanya tertangani, termasuk di jalur Prembun ini. Kami terkendala alat dan personel, juga cuaca. Untuk perbaikan sementara akan kami uruk lubang-lubang ini," terangnya.

    Kemarin, perbaikan jalan memang mulai dilakukan PPK 11 di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kebumen.

    Namun perbaikan hanya dilakukan dengan menambal jalan-jalan yang berlubang parah. Seperti di sebelah timur pintu kereta api Selang, batas kota hingga di daerah Kutowinangun dan Prembun.

    Mandor PPK 11 DPU Bina Marga Alamsyah mengatakan, penambalan jalan berlubang dilakukan mulai dari KM 83/100 Jalan raya Kutoarjo hingga Prembun. Dia tak membantah jika perbaikan dilakukan hanya dengan penambalan. Itupun hanya pada lubang-lubang yang cukup parah. "Dilakukan bertahap, untuk sementara kita prioritaskan yang parah-parah dulu," kata dia kepada Ekspres, siang kemarin.

    Ditambahkannya, pekerjaan penambalan dilakukan dengan mengerahkan dua tim yang disebar di dua lokasi sepanjang jalan raya Kutoarjo Prembun. Dalam penambalan tersebut sebanyak 10 orang dilibatkan dalam masing masing tim. " Tadi kita mulai menambal di sebelah timur pintu kereta api Selang hingga sampai Prembun," kata Alamsyah.

    Alamsyah juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat yang telah mbantu memberikan tanda pada jalan yang rusak atau berlubang untuk mengurangi kecelakaan bagi para pengguna jalan. " Kita berterimakasih kepada masyarakat, dengan menandai jalan rusak dengan pohon pusang dan alat lainya, sehingga angka kecelakan dapat berkurang," jelas Alamsyah.

    Sejumlah pengendara yang ditemui Ekspres juga mengaku lega atas penambalan tersebut. "Setidaknya sudah tidak membahayakan lagi daripada kemarin berlubang-lubang membahayakan pengguna jalan," ucap Hilman (47), warga Kutowinangun. (has/mam/saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top