• Berita Terkini

    Thursday, February 16, 2017

    FSPA Purworejo Ajak Warga Cintai Kawasan Pesisir

    PURWOREJO- Forum Siswa Pecinta Alam (FSPA) Kabupaten Purworejo mengajak masyarakat untuk peduli dan mencintai kawasan pesisir pantai. Hal itu mengingat kurangnya kepedulian masyarakat yang dibuktikan dengan masih banyaknya sampah yang tercecer dikawasan pantai.

    Ketua FSPA, Falah Distan mengatakan, seruan itu mereka langsungkan agar kawasan pantai di Kabupaten Purworejo terbebas dari banyaknya sampah, khususnya sampah plastik."Mari kita lestarikan dan kita jaga lingkungan pantai, jangan biarkan pantai menjadi sarang sampah," katanya, usai kegiatan bersih Pantai Ketawang, kemarin.
    Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menciptakan kawasan pantai yang bersih perlu ditingkatkan. Pasalnya saat ini kondisi pantai di Kabupaten Purworejo sangat cukup memprihatinkan dengan banyaknya sampah yang tercecer.

    Dengan adanya gerakan tersebut, Falah berharap masyarakat akan lebih peduli lagi tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Terlebih, Purworejo merupakan Kabupaten dengan objek wisata pantai menjadi destinasi utama masyarakat. "Kita kerap menemukan sampah disepanjang pantai. Perilaku masyarakat setempat dan juga wisatawan untuk menjaga lingkungan pantai harusnya terus ditingkatkan jika tidak ingin kondisi alam disepanjang pantai tercemar," katanya.

    Ia mengatakan, pihaknya berencana rutin melakukan aksi kebersihan bersama warga di daerah itu. "Ini juga bagian dari gerakan sadar wisata dan sapta pesona dimana sudah juga dilakukan aksi bersih-bersih pantai," kata dia.

    Pada bagian lain Falah menjelaskan, FSPA merupakan forum seluruh siswa pecinta alam di Purworejo. FSPA berisakan beberapa sekolah SMA di Purworejo yang memiliki komunitas pecinta alam. FSPA didirikan sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa terhadap lingkungan sekitar.

    Menurutnya, komunitas pecinta alam bukan merupakan komunitas pembunuh. Dia menceritakan, pasca kejadian tewasnya mahasiswa UII saat diklat pecinta alam membuat stigma komunitas pecinta alam tercemar dan dianggap sebelah mata oleh masyarakat. "Dengan ini kami akan buktikan bahwa pecinta alam bukan pembunuh, FSPA ingin menunjukan bahwa justri kegiatan kami bermanfaat," tandasnya siswa SMAN 1 ini. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top