• Berita Terkini

    Wednesday, February 1, 2017

    DBD Kembali Telan Korban di Temanggung

    TEMANGGUNG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah di Kabupaten Temanggung. Di awal 2017 ini, satu korban meninggal sunia dinyatakan akibat diserang oleh penyakit itu

    Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih menyebutkan, korban meninggal yakni Siti Nikmah (51) warga Tegaltemu RT 5 RW 4 Manding Temanggung. Korban meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

    “Selain korban, anak korban juga saat ini sedang menderita DBD. Sebelumnya seorang tetangganya menderita penyakit yang sama,” terangnya saat ditemui di kantornya, Rabu (1/2).

    Ia mengatakan, Pemkab Temanggung menetapkan sebagai kejadian luar biasa pada kasus DB di Tegaltemu Manding Temanggung. Selain melakukan sosialisasi pencegahan dan kebersihan lingkungan, pihaknya juga telah melakukan pengasapan (fogging) di daerah tersebut.

    Meskipun telah dilakukan pengasapan, namun pihaknya tetap melakukan pengawasan di daerah tersebut. Diharapkan dalam dua pekan mendatang tidak ada penambahan kasus yang sama dari daerah tersebut.

    “Pengawasan melekat kami lakukan, jangan sampai kasus ini berkembang,” terangnya.

    Menurutnya, KLB tidak hanya ditetapkan di daerah itu, tapi sebelumnya dua daerah lainnya yakni Lingkungan Kertosari Kecamatan Temanggung dan Desa Campursalam Kecamatan Parakan juga ditetapkan KLB.

    “Di Januari ini sudah terjadi tiga KLB, dua KLB di Kecamatan Temanggung dan satu KLB di Kecamatan Parakan,” jelasnya.

    Selama bulan Januari ini, Dinas Kesehatan Temanggung mencatat terjadi sebanyak 47 kasus DBD. Kasus ini hampir merata terjadi di 20 kecamatan di Temanggung.

    “Kecamatan Temanggung dan Parakan menjadi dua kecamatan endemis DBD,” tukasnya.

    Menurutnya, merebaknya kasus DBD diduga karena kurangnya kesadaran warga dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Saat dilakukan penelitian epidemologi ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti di sejumlah tempat seperti di rumah dan lingkungannya.
    “Budaya hidup sehat dengan lingkungan yang bersih belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.
    Ia menambahkan, selama Januari hingga Februari ini, curah hujan masih tinggi. Perubahan cuaca menjadi pemicu berkembangnya nyamuk aedes aegypti.
    “Masyarakat harus semakin menjaga kesehatan, kondisi tubuh harus benar-benar dijaga, lingkungan jangan dibiarkan kotor,” pesannya. (set)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top