• Berita Terkini

    Wednesday, February 8, 2017

    Berada di Lorong Buntu, 13 Kios Pasar Klewer Muspro

    DAMIANUS BRAM/RASO
    SOLO – Ada saja masalah yang muncul menjelang pedagang menempati Pasar Klewer. Setelah kuat dugaan adanya alih sewa dan penjualan kios, kini, belasan kios terpaksa tidak diaktifkan karena berada di lorong buntu.

    Ini menyebabkan harus dibangun kios pengganti di   lantai semi basement dan lantai dua pasar setempat.

    “1.532 kios semua sudah jadi. Hanya kurang pembenahan pintu sekitar 30 kios. Kita juga sedang mengatasi kebocoran di basement yang menyebabkan genangan, dan pembangunan 13 kios baru untuk menggantikan kios sebelumnya yang ternyata berada di lorong buntu,” beber Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo saat mendampingi Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meninjau Pasar Klewer, Rabu (8/2).

    Rombongan wali kota datang melalui pintu barat sisi selatan lalu menuju lantai satu Pasar Klewer. Sejumlah pekerja masih memperbaiki instalasi listrik yang belum sempurna, mengecat tembok, dan perbaikan beberapa kios.

    Di lantai satu, Subagiyo menerangkan kepada wali kota, adanya 13 kios yang masing-masing berukuran 1,5x2 meter terpaksa tidak diaktifkan lantaran berada di lorong buntu. Solusinya, diberikan bangunan pengganti di lantai semi basement dan lantai dua.

    “13 kios pengganti diantaranya tiga kios di semi basement dan 10 kios di lantai dua. Memang sekarang belum selesai. Kami beri waktu 10 hari untuk menyelesaikan seluruh permasalahan tadi,” kata kepaka dinas perdagangan.

    Apakah kondisi tersebut dapat mengganggu jadwal penyerahan Pasar Klewer dan penempatan pedagang? Subagiyo mengatakan, selama waktu pemindahan pedagang dan peresmian masih sesuai jadwal, maka proyek itu masih dapat disempurnakan.

    “Saya pikir bukan meleset. Memang targetnya tanggal 30 (Januari) kemarin selesai dan (Pasar Klewer) diserahkan (ke pemkot). Tetapi ini kan masih tahap perbaikan. Harapanya Maret bisa digunakan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Wali Kota Rudy mengaku cukup puas dengan hasil akhir revitalisasi Pasar Klewer. Tapi dia meminta kepala dinas perdagangan memonitor pekerjaan rekanan yang sudah mengalami keterlambatan pengerjaan. Proyek pasar Klewer semestinya rampung pada 30 Desember 2016. Namun PT Adhi Karya meminta perpanjangan waktu selama satu bulan untuk melanjutkan dengan konsekuensi membayar denda.

    Terpisah, humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Kusbani menuturkan, pihaknya belum mengetahui identitas masing-masing pemilik kios di lorong buntu itu. Tapi yang jelas, HPPK sudah berkoordinasi dengan pemkot terkait kondisi kios.

    “Secara teknis, semua sudah diperhitungkan dan diberi masukan. Ya ini kesalahan kita semua. Yang penting segera ada solusinya,” jelas dia.

    Kusbani berharap, seluruh kios pengganti bisa ditempatkan di lantai 2 Pasar Klewer agar adil sekaligus mencegah timbulnya rasa iri antarpedagang. “Selain itu, mencari alamat kiosnya menjadi lebih mudah. Kalau ada yang tanya, kios ini pindah ke mana? Bisa segera dijawab semua pindah ke atas,” ucap dia.

    Selain itu, HPPK berupaya memberikan pemahaman kepada pemilik kios di lorong buntu agar bisa menerima solusi yang ditawarkan pemkot dengan memberikan kios pengganti. (irw/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top