• Berita Terkini

    Sunday, January 15, 2017

    Wisata Mangrove Tutup, Banyak Wisatawan Kecele

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pemulihan kawasan hutan mangrove di Desa/Kecamatan Ayah membuat lokasi wisata itu ditutup total. Kendati demikian masih banyak wisatawan yang tidak mengetahuinya dan kecele ketika mereka telanjur datang.

    Seperti pantauan pantauan Ekspres, Minggu (15/1/2017), masih banyak pengunjung yang datang. Beberapa rombongan wisatawan muda-mudi yang datang menggunakan kendaraan roda dua, bahkan tiba dengan kendaraan roda empat, terlihat menunjukkan raut wajah kecewa. Pasalnya tidak ada satu pun dari pengunjung tersebut yang diperbolehkan masuk.

    Pintu gerbang kayu kawasan hutan mangrove telah ditutup oleh petugas. "Dari kemarin banyak yang datang mas.., bahkan ada pula wisatawan yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Namun karena tidak diperbolehkan masuk mereka pun kembali lagi,” tutur Jariyah (50) salah satu penjual warung di dekat pintu masuk objek wisata hutan mangrove.

    Menurutnya, pembukaan wisata hutan mangrove berdampak positif untuk warga Desa/Kecamatan Ayah. Beberapa warga dapat  membuat warung dengan adanya objek wisata tersebut. “Kami sangat senang. Tapi saat ini kasihan banget melihat para pengunjung yang congong (kecewa_red) karena tidak bisa masuk,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa setiap hari terdapat puluhan hingga ratusan pengunjung yang kecele.

    Kekecewaan juga disampaikan oleh, Dema Fiandoro (17) salah satu pengunjung dari Purwokerto. Siswa SMK Bina Teknologi Cilongok Purwokerto Banyumas itu menyampaikan pihaknya sama sekali tidak mengetahui jika telah dilakukan penutupan kawasan wisata tersebut. “Saya jauh-jauh datang bareng dengan teman-teman, malah tutup,” paparnya didampingi Fredi temannya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, kawasan hutan mangrove yang berada di Desa/Kecamatan Ayah telah resmi ditutup sementara untuk kegiatan wisata. Penutupan hutan dilaksanakan selama dua bulan yakni mulai 9 Januari hingga 9 Maret  2017.  Penutupan telah sesuai dengan Surat dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kebumen perihal Penutupan Kawasan Hutan Mangrove Ayah. Surat dengan nomor 552/1494 tersebut di tandatangani oleh Ir H Djoenedi F MSi yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Dishutbun.

    Dalam surat tersebut menyampaikan, penutupan kawasan hutan mangrove dilaksanakan sementara. Selama periode penutupan akan dilaksanakan kegiatan pemulihan kawasan dan pengamanan hutan mangrove. Dalam surat tersebut juga dijelaskan, untuk kegiatan pemulihan dan pengamanan hutan, Dishutbun menunjuk Kelompok Tani Hutan (KTH), Pansela sebagai kelompok binaan yang terdaftar di Dinas, selaku koordinator pelaksana. “KTH dan Pansela diberi kewenangan untuk menggunakan fasilitas milik dinas berupa Pos Penyuluhan, Pos Pantau, dan Perahu pengaman,” tutur Ir H Djoenedi F MSi dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Desa/Kecamatan Ayah. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top