• Berita Terkini

    Tuesday, January 3, 2017

    Uniknya "Sepeda Bambu" Buatan Pensiunan Asal Alian

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bambu ternyata tidak hanya digunakan untuk bangunan. Bambu pun dapat digunakan untuk memodifikasi sepeda. Seperti yang dilakukan oleh H Hartono (63), pensiunan, warga RT 02 RW 01 Desa Surotrunan, Kecamatan Alian.

    Ditangan pria berambut panjang ini, sepeda usang yang penuh karatan disulap menjadi sepeda menarik. Sepeda bekas yang dibelinya seharga Rp 150 ribu itu menjadi terlihat mahal. Sepeda itu berubah menjadi terkesan antik, artistik, indah dan mempesona. Selain itu kesan ramah lingkungan juga tergambar dari sepeda tersebut.

    Sepeda modif bambu itu, jika dilihat dari bentuknya siap tempur untuk menjajal medan jalan beraspal dan non aspal. "Semua bodi sepeda semuanya saya modif dengan bambu. Walaupun bambu tapi kuat," kata pria pensiunan Kepala SD Bojongsari, Kecamatan Alian itu.

    Bambu yang digunakan juga bukan sembarang bambu. Menurut Hartono, jenis bambu yang digunakan menggunakan bambu tutul. Jenis bambu ini pun sudah sangat jarang keberadaannya. "Saya juga dapat bambunya di wilayah Peniron, Kecamatan Pejagoan," ujarnya, Selasa (3/1/2017).

    Tidak hanya bodinya yang dirubah, spion dan lampu sepeda. Kedua spion diganti dengan centong berbahan batok kelapa. Begitu juga dengan tempat lampu yang diganti dengan tempurung batok kelapa yang masih utuh.

    Hartono mengaku, biaya yang dihabiskan untuk memodifikasi sepeda jauh lebih mahal dari harga beli sepedanya. Jika sepeda butut dibelinya dengan harga Rp 150 ribu, sedangkan biaya yang dihabiskan untuk memodifikasi mencapai Rp 550 ribu.

    Ia menambahkan, berbagai tipe sepeda dapat dimodif dengan bambu. Mulai dari sepeda fixie, tandem, hardtail, sepeda balap, hingga sepeda lipat. "Sementara untuk iseng sendiri saja, belum kepikiran untuk dijual," imbuhnya.

    Selain sepeda, Hartono saat ini juga sedang memodifikasi sepeda motor Mio. Sepeda motornya itu akan dimodifikasi dengan pokol kayu. "Idenya karena setelah pensiun kebanyakan nganggur, coba-coba saja. Tapi ternyata jadinya seperti ini," ujarnya merendah.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top