• Berita Terkini

    Wednesday, January 25, 2017

    Soal Jalan Rusak, Binamarga Tunggu Teknis dari Pusat

    ILUSTRASI
    PURWOREJO- PPK 11 Binamarga Jawa Tengah mengaku belum bisa berbuat banyak dalam mengatasi kerusakan jalan raya disepanjang jalan Purworejo-Kebumen. Meski telah melakukan survai dan menuai banyak keluhan dari masyarakat, jalan nasional yang kini banyak lubang itu belum bisa diperbaiki.

    "Untuk penanganan jalan, kami masih menunggu pengumuman pemenangan tim teknis dari pusat. Memang sesuai jadwal pengumuman dilaksanakan pada 10 Januari lalu, namun hingga kini ternyata belum ada pengumuman dari pusat," ucap Humas PPK 11 Binamarga Jateng, Birowo Murti, saat ditemui dikantornya, kemarin.

    Pihaknya mengaku belum bisa berbuat banyak, bahkan melakukan penembelan jalan rusak, lantaran belum adanya anggaran yang dimiliki PPK.
    "Jadi untuk menambal pun kita takut menyalahi aturan. Kewenangan PPK 11, sama seperti yang dilakukan oleh PPK 9 sebelumnya, yaitu menangani jalan nasional sepanjang 133 KM, antara batas DIY hingga Wangon," ucapnya.

    Namun demikian, lanjutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan penanganan perbaikan jalan rusak. "Penanganan jalan tetap jalan, hanya penyedia jasa yang belum ada mobilisasi," ujarnya.

    Disampaikan, untuk tahun 2017 ini, PPK 11 telah memiliki program taget perbaikan jalan. Yaitu penanganan jalan batas Jogja hingga Kutoarjo. "Untuk target sudah ada rencana, yaitu penanganan jalan disepanjang jalan antara batas Yogja-Kutoarjo, dan Rawalu-Panganti. Adapun jalan lain, seperti Kutoarjo-Kebumen dan jalan lain hanya dilakukan perbaikan," katanya.

    Menurutnya, jalan nasional diwilayah antara batas Jogja-Purworejo-Kutoarjo-Kebumen, cepat mengalami kerusakan, terlebih saat musim hujan. Selain memang karena faktor cuaca dan geografis jalan, tonase berlebih juga berpengaruh jalan menjadi cepat rusak. "Apalagi setelah jembatan timbang Butuh non aktif, tonase tak bisa terkontrol dan tak terkendali. Selain itu memang anggaran perbaikan jalan untuk jawa tengah tidak sebanding dengan panjang dan luas jalan yang ditangani," ujarnya. (ndi)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top