• Berita Terkini

    Saturday, January 21, 2017

    Sempat Terdengar Suara Gaduh Pada Malam Kejadian Pembunuhan Banjurpasar

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sugeng Wahyudi (41), warga RT 01 RW 01 Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren, menjadi korban pembunuhan dan perampokan sadis. Dari hasil penyelidikan sementara polisi, peristiwa mengerikan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu dini hari (21/1/2017).

    Menurut salah satu tetangga korban, sempat terdengar suara gaduh pada lewat tengah malam. "Saya sempat mendengar suara gedebuk--gedebuk. Namun kami tak curiga. Kami kira mungkin ada pasien datang. Tak tahunya, malah Pak Mantri Sugeng (korban) ditemukan meninggal esok harinya, ujar Sodiyah (50) tetangga korban.

    Korban yang lulusan akademi keperawatan tersebut memang membuka tempat praktek sunat di rumahnya. Selain itu, korban juga menerima warga yang berobat. Saat memberikan layanan, korban dikenal siap 24 jam. Jadi, warga setempat biasa melihat orang datang ke rumah korban tak kenal waktu.

    Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Hingga kemarin, polisi masih memeriksa saksi-saksi. Salah satunya, Heri (22),
    pembantu pria yang selama ini tinggal bersama korban.

    Terlebih, pembantu pria inilah yang kali pertama menemukan jenasah korban pada Sabtu pagi. Pada malam kejadian, sang pembantu berada di rumah. Namun, dia mengaku tak mendengar apapun saat pelaku datang ke rumah dan melakukan pembunuhan dan perampokan secara keji kepada majikannya. "Pembantu korban mengaku tak mendengar apapun pada malam kejadian. Dia menyebut tertidur di kamarnya dengan memakai headset di telinganya," ujar Kapolsek Buluspesantren, AKP Surono.

    Sugeng Wahyudi (48), warga RT 01 RW 02 Desa Banjurpasar Kecamatan Buluspesantren ditemukan tewas mengenaskan oleh pembantunya sendiri Sabtu pagi (21/1/2017) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, ada luka sayatan panjang di lehernya. Selain itu, sebuah mobil dan sepeda motor dilaporkan hilang. Belakangan juga terungkap, pelaku membawa kabur ponsel, uang serta perhiasan milik korban. (cah/mam/saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top