• Berita Terkini

    Saturday, January 21, 2017

    Sawah Terendam Banjir, Warga Desa Petangkuran Budidayakan Ikan Lele

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Intensitas hujan yang masih tinggi, telah merendam tanaman padi di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen. Akibatnya, tanaman padi pun terancam mati.

    Tak terkecuali di wilayah Desa Kaibonpetangkuran Kecamatan Ambal. Akibat hujan, sebagian tanaman padi di sawah telah terandam banjir. Diperkirakan air yang berada di sawah tidak akan surut sampai tiga bulan ke depan.  Menyikapi hal itu, warga membuat terobosan dengan melakukan minapadi di areal persawahan yang terendam banjir.


    Kepala Desa Kaibonpetangkuran Muhlisin mengatakan, banjir yang diperkirakan berlangsung tiga bulan ke depan dirasa cukup untuk membesarkan benih ikan lele hingga ukuran konsumsi. “Kami mencoba minapadi, saat ini terdapat 5 ribu benih ikan lele yang ditebar di atas lahan seluas 10 hektar. Mudah-mudahan program ini berhasil,” ujarnya, kemarin.


    Dijelaskannya, banjir telah membuat beberapa tanaman padi mati karena terendam. Kendati demikian beberapa dari tanaman padi masih dapat bertahan hidup. Jika memungkinkan beberapa tanaman yang mati akan diganti dengan tanaman baru. “Kami mencoba mencari peluang usaha, dari kondisi yang saat ini tidak begitu berpihak kepada petani,” terangnya.

    Minapadi yakni memelihara ikan dengan cara tumpang sari bersama tanaman padi, memang telah berhasil dilakukan di beberapa tempat, namun di Desa Kaibonpetangkuran ini merupakan hal baru. Jika berhasil program ini tentunya dapat terus berlanjut.

    Program minapadi bukan hanya menjadi peluang atau solusi saat sawah banjir saja. Dengan adanya minapadi diharapkan masyarakat tidak lagi  mencari ikan dengan cara menggunakan racun maupun setrom. Hal ini akan melindungi ekosistem ikan dan mahluk hidup yang berguna bagi  para petani. “Adanya minapadi, masyarakat dilarang keras mencari ikan dengan menggunakan racun dan setrum,” ungkapnya.

    Muhlisin menambahkan, beberapa sawah yang berada di Desa Kaibonpetangkuran menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Maka dari itu diperlukan langkah dan inovasi yang menguntungkan atas kondisi tersebut. Program minapadi yang baru dicoba, diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Dengan selalu berinovasi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti masyarakat akan menemukan langkah yang tepat. “Tidak menutup kemungkinan ada program-program baru nantinya, yang terpenting ada usaha dan inovasi baru terkait pemanfaatan sawah yang langganan banjir,” ucapnya, (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top