• Berita Terkini

    Friday, January 6, 2017

    Polres Kudus Masih Selidiki Mayat Ditemukan di Kebun Tebu

    ibu tersangka
    KUDUS – Penemuan mayat yang sudah berupa kerangka di lahan tebu RT 4/RW 3 Desa Jurang, Gebog, pada Kamis (5/1) lalu pukul 10.30, masih diselidiki petugas. Hingga kemarin, petugas telah memeriksa lima saksi. Salah satunya Vid, yang membawa motor Yamaha Jupiter milik korban Yusnul Hana alias Joko, 20.

    Yusnul Hana semula dinyatakan hilang dari rumahnya sejak Sabtu (24/12/2016) lalu. Selama itu pula keluarga korban tidak mengetahui keberadaannya. Korban juga tidak pernah berpamitan tiap bepergian.

    Pihak keluarga baru tahu ketika mendengar ada mayat ditemukan dalam kondisi sudah membusuk tinggal kerangka. Mayat itu ternyata benar Yusnul.
    DI, salah seorang teman korban asal Kecamatan Dawe mengaku, sempat bertemu dengan korban sebelum ditemukan tewas. ”Pukul 15.30 (dua pekan lalu), kami sempat kumpul bareng di sekitar Buper Menawan (Bumi Perkemahan Menawan, Gebog, Kudus),” katanya.

    Saat itu ada enam orang yang berkumpul. Di antaranya, DI, Vid, LF, SI, dan korban. ”Lalu, datang satu orang lagi yang saya tidak kenal. Namun korban mengenal orang itu,” jelasnya.

    Di lokasi tersebut mereka minum sambil bercengkrama. Namun tidak berlangsung lama. Pukul 16.00 mereka pindah lokasi. Mereka pindah ke tempat  ke kawasan Bendungan Tambak Badong, Dukuh Karangrejo, Desa Jurang, Gebog. ”Tetapi saya hanya sebentar saja. Pukul 16.30 saya dan LF pulang. Setelah itu, saya tidak mengetahui kabar tentang korban. Dan tahu-tahu korban ditemukan tewas,” katanya.

    Jawa Pos Radar Kudus kemarin juga menyambangi rumah Vid di Kecamatan Gebog. Dewi, 50, ibu Vid cukup kaget saat mendengar anaknya digelandang aparat Polres Kudus. Dia mendapatkan kabar penangkapan anaknya tersebut dari seorang perangkat desa setempat. Penangkapannya bukan di rumahnya, tapi di tempat lain. Yang dia ketahui, anak semata wayangnya itu pergi untuk bermain dengan teman-temannya.

    ”Sekitar jam 2 siang kabarnya ditangkap polisi. Sampai sekarang anak saya belum pulang,” kata Dewi saat dikunjungi kemarin.

    Hingga kemarin dia belum memiliki rencana untuk menengok anaknya di Mapolres Kudus. Dia mempercayakan urusan anaknya yang dikabarkan diciduk petugas itu pada perangkat desa.

    Perempuan paro baya itu juga tidak mengetahui ke mana anaknya ke luar rumah saat ditangkap. Kebiasaan anaknya, keluar rumah memang tanpa pamitan mau ke mana.
    Salah satu teman mainnya itu memang Yusnul Hana alias Joko, korban. Yusnul, sambung Dewi, terbilang akrab dengan anaknya. Dewi sendiri kerap menyaksikan korban sering main ke rumahnya untuk menemui anaknya. ”Anak saya juga tidak pernah cerita sedang memiliki masalah,” ungkapnya.

    Dewi juga tidak mengetahui keberadaan sepeda motor Jupiter milik Yusnul Hana, yang konon dibawa Vid. Dewi mengaku belum pernah melihat sepeda motor tersebut di rumahnya.

    Sementara itu, SR, warga Dukuh Krangrejo, Desa Jurang, Gebog, mengatakan, pernah memergoki Vid menaiki sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban pada sebuah malam sekitar dua pekan lalu. ”Saat itu saya pas kebetulan jaga warung. Saya melihatnya tengah malam tidak memakai sandal dengan motor korban. Saya sapa malah sempat menantang. Lalu saya suruh pulang,” katanya.

    Malam itu, SR tidak curiga apapun. Bahkan, dia beberapa kali mengetahui Vid membawa sepeda motor korban setelah malam itu.


    Kapolres AKBP Andy Rifai mengatakan, hingga kemarin belum menetapkan siapa pelakunya dalam kasus kematian Yusnul. Terkait penangkapan Vid, kata dia, merupakan proses pendalaman. Vid didatangkan ke Mapolres Kudus sebagai saksi.
    ”Sepeda motor korban memang dibawa Vid saat kami tangkap, tetapi kami belum menentukan pelakunya. Saat ini juga masih proses pemeriksaan medis jasad korban. Kami masih mencari tahu kaitannya sepeda motor berada di tangan Vid,” ujarnya.
    Ditambahkan Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli, hasil dari tim medis nantinya untuk mengetahui kebenaran dari kondisi mayat. Apakah ada tindak pidana atau tidak. ”Kami masih menunggu hasil dari tim medis itu,” tegasnya. Adapun kelima saksi yang diperiksa, semuanya teman akrab korban. (ruq/him/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top