• Berita Terkini

    Friday, January 6, 2017

    Polisi Gelar Pra Rekonstruksi Perampokan Sadis PuloMas

    Ismail Pohan/INDOPOS
    JAKARTA – Melengkapi berkas penyidikan kasus perampokan sadis menimpa keluarga Dodi Triono, pra – rekontruksi digelar. 72 adegan diperagakan pelaku bernama Ridwan Sitorus alias Yus Pane di kediaman Dodi yang berada di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Pulo Gadung, Jakarta Timur, kemarin (6/1). Selain Yus Pena, semua adegan dilakukan oleh peran pengganti.

    Rasa trauma masih menyelimuti kelima korban selamat perampokan sadis tersebut. Zennete Kalila Azaria, 13; Santi, 22; Fitriani, 33, Windy Astuti, 23; dan Emi 41, sementara waktu belum siap kembali ke kediaman tersebut. Demi kesebuhan mereka, pihaknya tak bisa memaksakan kehendakannya. Pasalnya kelima korban tersebut merupakan saksi kunci dalam kasus ini.


    ”Saat ini yang terpenting itu kondisi mereka. Kalau sudah benar – benar pulih, di rekontruksi mereka akan dihadirkan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budijono, di lokasi kejadian kemarin.

    Sebanyak 72 adegan diperagakan oleh pelaku berserta korban pengganti dalam kegiatan tersebut. pra – rekontruksi dimulai pukul 8.00. 72 adegan itu merupakan kronologis yang dilakukan Ramlan Butar – Butar, Alvian Siregar, Erwin Situmorang, dan Yus Pane, senin 26 Desember 2016 lalu. Dalam adegan 1, mereka datang ke kediaman Dodi menggunakan mobil Suzuki Ertiga warna putih dengan Nopol palsu B 1278 EOP. Kendaraan itu merupakan mobil rental. Mereka menyewa mobil tersebut di seputaran wilayah Pulomas, Jakarta Timur.


    Mobil terparkir tepat di depan kediaman Dodi. Waktu itu, kebetulan pagar tersebut tidak dalam kondisi terkunci. Dengan tenang mereka masuk ke dalam rumah. Tiga dari empat pelaku masuk melalui pintu samping. Sedangkan Alvian Siregar tetap di luar untuk memantau situasi.


    Sebelum beraksi terlebih dahulu mereka mengumpulkan seluruh penghuni yang berada di rumah itu. Ketika itu, hanya ada sepuluh orang saja. Pemilik rumah Dodi Triono belum datang. Dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam, satu per satu penghuni rumah dimasukan ke dalam kamar mandi berada di lantai satu. Tidak adanya melawan, mereka tidak segan – segan melakukan penganiayaan.


    ”Penyekapan itu terjadi pada adegan 18. Sepuluh orang disekap di kamar mandi. Setelah itu mereka beraksi,” ujar pria berpangkat tiga melati di pundaknya itu.

    Saat hendak menjalankan aksinya tiba – tiba Dodi Triono datang. Seorang diri pria 69 tahun tersebut datang menggunakan mobil Honda Jazz abbu – abu. Melihat adanya yang datang, Ramlan bergegas keluar rumah dan membukakan pintu pagar. Lalu mobi Dodi pun masuk ke teras rumah.


    Ramlan meminta Dodi untuk keluar dari mobil. Menodongkan senpi kearah punggung Dodi, Ramlan menyuruh pria tua itu masuk ke dalam rumah. Dalam kondisi terdesak Dodi pun menuruti perintah pelaku. Pada adegan 70, penyekapan Dodi di kamar mandi dilakukan.


    ”Setelah itu pelaku menjalankan aksinya, dan kabur meninggalkan lokasi,” tambah dia. Hasil pra – rekontruksi, diketahui perampokan itu berlangsung selama 16 menit. Keempat pelaku tak pernag ada niatan untuk melakukan pembunuhan. Semuanya hanya bersikap penyekapan saja. Seperti aksi – aksi sebelumnya. Namun kali ini penyekapan itu memakan korban jiwa. Enak korban meninggal karena kekurangan oksigen.


    ”Jadi bisa dipastikan kalau peristiwa yang terjadi yaitu murni perampokan,” tambah dia.  Kelima saksi telah diperiksa. Beberapa barang bukti senjata tajam , bejenis dua golok dan satu celurit telah ditemukan. Sajam itu ditemukan di kali Cikeas, Tapos, Depok. Penyidikan masih terus dilakukan. Segera mungin rekontrusi akan kembali digelar. (ian)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top