• Berita Terkini

    Friday, January 20, 2017

    Pengunjung Wisata Wonosoco Terseret Banjir

    DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS
    KUDUS – Warga Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kudus digegerkan kejadian banjir bandang yang menelan korban pengunjung wisata setempat. Sekitar pukul 13.30 arus air tiba-tiba deras dari atas Gunung Kendeng dan memasuki kawasan wisata tersebut.

    Korban yang terbawa arus hingga pukul 17.00 kemarin (20/1) belum ditemukan. Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusuri sepanjang aliran sungai hingga sepanjang tiga kilometer lebih.

    Korban yang hanyut terbawa arus banjir bandang bernama Alfian,17, warga Desa Undaan Lor Gang. 22, Kecamatan Undaan. Berdasarkan keterangan dari kelima temannya yang selamat, pukul 13.30 mengunjungi wisata Wonosoco yang berada didekat sendang.

    Kelima teman korban warga Kecamatan Undaan, yakni Ahmad Abdul Rohim,16, RT 4/RW 2 Desa Terangmas, Ahmad Muhrozim,14, RT 1/RW 2 Desa Terangmas, Zuanatur Rosidah,15, RT 4/5 Desa Glagah Waru, Siti Munwaroh,15, RT 4/RW 2 Desa Glagah Waru, dan Siti Safitri,15, Desa Sambung Gang. 5.

    Salah satu teman korban Siti Munawaroh bercerita, waktu datang ke wisata Wonosoco kondisi cuaca sudah turun hujan, namun pukul 14.00 hujan semakin lebat. Setengah jam kemudian yakni sekitar pukul 14.30, tiba-tiba air sangat deras menerjang semua wilayah wisata tersebut.

    Kemudian, Alfian yang tak ingin sepeda motornya terbawa arus dipegangi motornya. Namun, arus banjir yang sangat kuat maka korban ikut terseret dan lepas dari motor. Pada saat kejadian, kelima teman korban meminta untuk melepaskan motornya tapi korban masih memeganginya.

    ”Saya bersama teman lainnya sudah berteduh di gedung kesenian komplek bumi perkemahan kawasan wisata tersebut. Motor yang diparkir pinggir sungai ikut terbawa arus, selain motor Alfian, juga motor Siti Safitri dan kedua motor bisa ketemu tapi alfian belum,” terangnya.

    Kelima teman korban ditampung di rumah ketua RT 1/RW 1 Suberto. Mereka sangat shock melihat temannya terbawa arus banjir bandang. Dan, dua motor milik Alfian dan Safitri kondisinya rusak berat.

    Motor milik korban Yamaha Mio J nopol K 3546 ER lampu depan pecah dan dek samping juga pecah. Sedangkan motor Yamaha Automatic milik nopol K 2296 NT warna merah mengalami pecah bagian spidometer.

    Suberto mengatakan, menunggu keluar masing-masing untuk dijemput. Dan, orang tua Alfian hanya ayahnya yang datang bernama Juremi. Dia menuturkan, ayah korban kondisinya lemas.”Waktu sampai di rumah saya dipapah dua orang karena lemas dan shock mendapati anaknya belum ditemukan. Dan, hari ini (red kemarin) masih terus dicari korban Alfian. Memang, kalau turun hujan sering mengalami banjir bandang jadi perlu waspada,” ungkapnya. (san)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top