• Berita Terkini

    Saturday, January 14, 2017

    MTs Swasta di Kudus Tak Siap UNBK

    ilustrasi
    KUDUS – Pelaksanaan ujian nasional (unas) tinggal dua atau tiga bulan lagi. Namun persiapannya sampai sekarang masih amburadul. Terlebih dari tingkat madrasah di bawah naungan kemenag (kementerian agama).


    ”Sampai sekarang belum ada koordinasi antarkepala sekolah maupun madrasah mengenai penyelenggaraan unas, baik manual maupun UNBK (ujian nasional berbasis komputer). Edaran soal unas pun belum ada. Hal inilah yang menjadikan keresahan pihak sekolah,” kata Guru MTs Rodulotus Shibyan Peganjaran Kudus Syaifuddin Najib.
    Ini berbeda dengan sejumlah sekolah negeri atau di bawah Disdikpora Kudus. Di mana sejak beberapa waktu lalu sudah dipersiapkan, termasuk solusi dan antisipasi jika ada kendala dalam UNBK.

    Tahun lalu, di sekolahannya menyelenggarakan unas secara manual. Kemungkinan besar tahun ini juga melakukannya secara manual lagi dengan mengisi lembar jawab. Sebab, pihak sekolah mempunyai kendala ketersediaan komputer. Jumlahnya tidak mencukupi. Laboratorium komputer yang biasa digunakan untuk praktik siswa hanya tersedia sekitar 10 unit. Sementara siswa kelas IX yang bakal melaksanakan ujian nasional mencapai puluhan siswa.

    Dia mengungkapkan, peralatan komputer dipastikan tidak cukup. Pihaknya juga diperkirakan mengalami kesulitan untuk pengadaan alat. ”Di Kecamatan Bae, SMP dan MTs yang memiliki peralatan komputer paling banyak adalah SMP 1 Bae. Itupun pasti dipergunakan sendiri. Dan kami belum berkoordinasi untuk memastikan kerja sama dengan sekolahan mana,” katanya.

    Sejauh ini, kata dia, sosialisasi ujian nasional dengan menggunakan komputer belum jelas. Pihaknya juga masih menunggu surat edaran dari Kemenag mengenai pelaksanaan unas kali ini. ”Jika benar soal ujian akan diberikan dalam bentuk soft copy dua jam sebelum pelaksanaan, kami mau tidak mau akan melaksanakannya. Kami akan ngeprint sendiri dan menggandakannya biar dapat dikerjakan siswa,” tegasnya.

    Hal senada juga dialami SMP 2 Kaliwungu. Kendati ada yang bilang sekolah di bawah naungan Disdikpora Kudus sudah mempersiapkan UNBK karena sudah diberitahu sejak dini, tidak demikian dengan SMP pimpinan kepsek Darwoto ini.

    Hingga kini, sekolahan itu belum mendapatkan kepastian terkait UNBK. Darwoto mengaku kebingungan lantaran belum melakukan pelatihan dan persiapan kepada peserta didik. ”Kami hingga kini belum mendapatkan informasi secara pasti dari dinas. Apakah memang UNBK atau tidak. Kalau memang UNBK, maka kami akan segera melakukan persiapan,” tegasnya.

    Dia berharap secepatnya mendapatkan kepastian. Sebab, perlu mempersiapkan mental peserta didik. Ini sangat penting dilakukan. Sebab, anak yang terbiasa tes secara manual, tentunya akan mengalami kendala ketika dihadapkan dengan UNBK. Salah satunya grogi. ”Kami memiliki 40 komputer, tetapi kami terkendala jaringan dan internetnya. Hal itulah yang membuat kami sedikit resah,” terangnya.

    Meski begitu, dia mengaku sudah berkerjasama dengan SMK untuk meminjam tempat. Dia sudah berkoordinasi untuk melakukan simulasi dan tryout sebelum ujian. Harapannya 255 siswanya akan mendapatkan tempat untuk melakukan UNBK.

    ”Dari SMK sudah ada yang menawarkan untuk meminjami tempat. Bahkan kami tidak dipungut biaya sepeser pun dalam kerjasama ini,” jelasnya.

    Dia berharap segera mendapatkan kepastian terkait surat edaran menyelenggakan ujian menggunakan komputer dengan bekerja sama sekolah lain. Sebab, Mei mendatang ujian sudah dilakukan. Hal ini untuk memaksimalkan pelatihan dan persiapan peserta didik untuk ujian. ”Kalau tidak segera mendapatkan kepastian, tentunya anak-anak belum siap secara mental menghadapi UNBK. Sebab mereka harus latihan,” imbuhnya.

    Sementara itu, di SMK Mambaul Falah Desa Piji Dawe, tahun ini sudah dapat menyelenggarakan UNBK seperti tahun lalu. Pihaknya sedikit beruntung karena tahun lalu mendapatkan bantuan peralatan komputer dari pusat. ”Seperti tahun lalu kami akan menyelenggarakannya secara komputer, karena telah memiliki lebih dari 70 unit,” ucap guru SMK Mambaul Falah Agung Riyanto.

    Dalam satu yayasan, kata dia, juga terdapat MTs Mambaul Falah. Madrasah tersebut belum memiliki komputer sendiri yang mencukupi menurut jumlah siswa yang ada. Meski demikian tetap akan dapat menyelenggarakan UNBK sendiri, karena dapat ujian dengan komputer milik SMK. (him/mal/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top