• Berita Terkini

    Sunday, January 22, 2017

    Korban Pembunuhan Banjurpasar Dikenal Baik di Mata Tetangga

    almarhum Sugeng Wahyudi
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sugeng Wahyudi (41), warga Desa Banjurpasar Buluspesantren yang menjadi korban pembunuhan disertai perampokan sadis, dikenal baik di mata para tetangganya. Utamanya, saat dimintai tolong warga masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

    Korban memang selama ini dikenal sebagai petugas medis  atau warga biasa memanggilnya dengan mantri. Di rumahnya di RT 1 RW 1, korban membuka Pondok Khitan yang diberi nama Pondok Khitan Sugeng Wahyudi AMdKep. Tak jarang, warga meminta pengobatan kepada korban yang diketahui sebagai lulusan Akademi Keperawatan tersebut.

    Meski jam praktiknya hanya sampai pukul 20.00 WIB, namun jika ada yang pasien membutuhkan di luar jam tersebut, Sugeng tetap akan membantunya. Bahkan bisa dikatakan Sugeng siaga 24 jam melayani pasien. Baik yang datang ke rumah maupun saat dipanggil warga. Tajk heran, tetangganya banyak yang merasa kehilangan.

    “Selain di rumah, Pak Sugeng juga sering keluar memenuhi panggilan untuk mengobati pasien,” kata Romiasih, tetangga korban, Minggu (22/1/2017).

    Sugeng juga dikenal sebagai pribadi yang baik dan terkenal ramah dengan tetangga. “Kaget dan sedih kok bisa orang baik kayak pak Sugeng dibunuh,” imbuh Romiasih.

    Pj Kepala Desa Banjurpasar Samiadi juga menuturkan hal yang sama. Sugeng, kata Samiadi, dikenal memiliki jiwa sosial tinggi. Meski sibuk, namun Sugeng tetap aktif di kegiatan masyarakat. “Orangnya mudah berbaur dengan siapa aja,ditemui juga tak sulit,” kata dia kepada Ekspres, kemarin.

    Korban sendiri diketahui berstatus duda setelah bercerai dengan istrinya yang masih tetangga dekat. Dua anaknya ikut sang ibu, namun korban kerap mengantarkan anaknya ke sekolah.

    Sehari-hari korban tinggal bersama seorang pembantu laki-laki bernama Heri. Pembantu inilah yang kemudian menemukan korban meninggal di ruang tamu. Korban merupakan anak keempat dari lima bersaudara yakni Satikin, Romiati, Samuji, Sugeng Wahyudi, dan Nur Hamim. "Dia anak nomor empat," kata Rohmat (52) kerabat korban.

    Seperti diberitakan, Sugeng Wahyudi  ditemukan tewas mengenaskan di ruang tamu rumahnya,  Sabtu pagi (21/1/2017) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, tubuhnya penuh luka. Bahkan, sebuah pisau masih menancap di lehernya.

    Selain itu, sebuah mobil dan sepeda motor dilaporkan hilang. Belakangan juga terungkap, pelaku membawa kabur ponsel, uang serta perhiasan milik korban(saefur/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top