• Berita Terkini

    Saturday, January 14, 2017

    Keberadaan 15 Sekolah di Desa Karangsari Picu Kemacetan Lalu Lintas

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Untuk mengurai kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di perempatan jalan depan Kantor Balai Desa Karangsari Kecamatan Kebumen, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat berencana membuka jalur alternatif.

    Di perempatan jalan depan  Balai Desa Karangsari, hampir setiap pagi yakni pukul 06.00-07.10 hampir selalu terjadi kemacetan jalan. Lebih dari sekitar 7 ribu  pengguna jalan meliputi pelajar, pedagang dan lain sebagainya melewati jalan tersebut. Adanya pembukaan jalan alternatif baru akan sangat efektif untuk mengurai kemacetan.

    Perencanaan pembuka jalur baru, disampikan oleh Kepala Desa Karangsari Endrata saat acara Diskusi tematik “Tembus Jalan Beji Urai Kemacetan Jalan Utama”, Kamis (12/1/2017), kantor balai desa stempat. Hadir dalam acara diskusi tersebut Camat Kebumen H Sumarno SSos, Muspika Kebumen dan Tomas dan Toga Karangsari.

    Dalam kesempatan itu, Endrata mengatakan, di Desa Karangsari terdapat 14 sekolahan yakni lima SMK/SMU, satu SMP, tiga SD/MI dan lima PAUD dan TK. Ini masih ditambah dengan satu sekolahan yakni MAN 1 Kebumen.

    “Setiap pagi kecuali hari libur,  perempatan jalan depan balai desa dilalui oleh 2.221 pengendara sepeda, 3.833 pengendara sepeda motor dan 1.281 pejalan kaki. Jumlah siswa SLTA saja jumlahnya telah mencapai 7663 orang. Maka dari itu perempatan jalan pasti macet saat jam sibuk,” tuturnya.

    Untuk mengurai hal itu, solusi yang dilaksanakan yakni dengan cara membuka jalan baru yang diberi nama Beji. Jalan tersebut tembus dari Jalan Cincin Kota sampai dengan Jalan Pepabri, tepatnya di sebelah Timur Dukuh Karangasem RW 03. “Beberapa waktu lalu Pemdes, bersama masyarakat telah bersama-sama melakukan gotong-royong untuk melakukan pengurukan Jalan Beji yang dibantu oleh anggota Kodim 0709  dan anggota Polres Kebumen,” paparnya.

    Kendati acara diskusi tergolong sukses, namun Endrata mengaku sangat kecewa. Pasalnya dalam diskusi tersebut, tidak ada seorang pun anggota DPRD Kebumen yang menghadirinya.

    Padahal pihaknya telah mengundang lima orang anggota DPRD Kebumen dari dapil I. “Jalan Beji tersebut berukuran 500 x 3 meter dengan panjang jembatan 6 x 4 meter. Jalan akan dibangun menggunakan rabat beton dengan biaya mencapai Rp 520 juta. Adapun biaya pembangunan akan menggunakan dana desa (DD),” ungkapnya.


    Pada kesempatan tersebut, Camat Kebumen H Sumarno SSos mendukung dan menyetujui adanya pembangunan jalan tersebut. Pihaknya pun akan mendukung administrasinya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top