• Berita Terkini

    Monday, January 30, 2017

    Gelar Syukuran, Abah Nur Ingatkan Pejabat Kebumen

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pondok pesantren (ponpes) Safinnatun Najah Ammanatul Hikmah meresmikan pembangunan gedung baru sekaligus syukuran. Segenap santri undangan dan jamaah menghadiri acara yang digelar di lingkungan Ponpes setempat, Kawasan Obyek Wisata Pantai Suwuk  Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Minggu (29/1/2017).

    Acara yang dikemas non formal tersebut juga dimeriahkan band Legend yang membawakan lagu-lagu nostalgia.

    Pengasuh pondok Safinnatun Najah Ammanatul Hikmah, Kiyai Nuralif menyampaikan, acara kemarin dalam rangka meresmikan pembangunan bangunan mess santri laki-laki yang baru saja direalisasikan. Fasilitas terdiri dua lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar para santri pondok.

    Di saat yang berbarengan, kata Kiyai Nuralif, acara tersebut juga sebagai bentuk syukur lantaran ada jamaah ponpes yang ikut dilantik sebagai pejabat pada Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Kebumen, awal Januari lalu. Salah satunya, dr Pudjo Trimakno sebagai Kepala Puskesmas Karanggayam. "Semoga menjadi pejabat yang  amanah dalam melaksanakan tugasnya," kata pria yang akrab disapa Abah Nur oleh para santri dan jemaahnya tersebut.

    Pesan untuk amanah menjadi pejabat, dirasa penting. Mengingat, realita banyak pejabat melupakan tugasnya melayani kepentingan masyarakat. Bahkan, ada sejumlah pejabat di Kebumen yang tersandung perkara korupsi. Bahkan, salah satu pejabat yang menjadi tersangka itu, kata Abah Nur, salah satunya merupakan orang yang sebelumnya menentang keras keberadaan ponpes Safinnatun Najah Ammanatul Hikmah yang berada di kawasan obyek wisata Pantai Suwuk tersebut. "Semoga pejabat yang sedang tersandung perkara korupsi itu insaf dan diberi jalan kebaikan saat menjalani hukuman," ujarnya.

    Pudjo Trimakno menambahkan, acara kemarin juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak yang menginginkan Kebumen lebih baik di masa mendatang. Adanya gegeran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kebumen diharapkan menjadi hikmah yang besar bagi Kebumen. Termasuk, perlunya melibatkan tokoh-tokoh asli Kebumen dalam pengembangan dan pembangunan Kebumen di masa mendatang. "Jangan sampai warga asli Kebumen hanya menjadi penonton. Mereka harus dilibatkan dalam proses pembangunan, agar Kebumen lebih baik di masa mendatang," ujar pejabat kelahiran Kecamatan Ambal tersebut.

    Masih kata Pudjo, keberadaan ponpes Safinnatun Najah Ammanatul Hikmah patut dihargai. Berdiri sejak tahun 1999, ponpes pimpinan Kiyai Nuralif tersebut menampung remaja-remaja yang bermasalah. Para santri itu berasal dari seluruh Indonesia. Di tempat itu, mereka dididik agar kembali ke jalan agama, sekaligus dididik secara formal dan dibekali dengan ketrampilan. Dalam prosesnya, pihak ponpes menggunakan dana mandiri dan tidak ada bantuan dari pemerintah. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top