• Berita Terkini

    Wednesday, January 11, 2017

    Dua Jam Dibully, Mahasiswa STIP Tewas

    andrean/jawapos
    JAKARTA - Kasus bully terhadap senior ke junior yang menyebabkan kematian kembali terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta Utara, Rabu (11/1).?? Kali ini menimpa taruna tingkat satu, Amirulloh Adityas Putra, 18, harus meregang nyawa usai dihujani bogem mentah di dadanya.



    Amir terluka di sekujur tubuh termasuk organ dalamnya. Amir seketika tewas karena lemas. "Bibir bagian bawah dalam ada luka lecet, organ dalam rusak, di dalam jantung dan paru paru terdapat gumpalan pendarahan. Sementara di lambung, berisi cairan kehitaman sisa minuman, korban juga negatif menggunakan narkoba," tutur Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombespol M. Awal Chairuddin, di Polres Metro Jakarta Utara, kemarin.



    Akibat kejadian itu, polisi sendiri mengamankan lima orang senior Amir, yakni Sisko Mataheru, 19, Willy Hasiholan, 20, Iswanto, 21, Akbar Ramadhan, 19, dan Jakario, 19. Kelima mahasiswa tingkat II terbukti kuat dan sengaja melakukan penganiyaan terhadap Amir serta lima rekan seangkatan korban. Yakni Ahmad Fajar, Ilham Wally, Bagus Budi Prayoga, Josua Simanjuntak, dan Benny Syahril.



    Kelima korban juga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.? Kapolres mengatakan, kasus ini bermula saat seorang pelaku, Sisko Mataheru mengajak teman-temannya tingkat II untuk melakukan peloncoan terhadap junior dalam hal ini basis alat drum band. "Ini merupakan budaya taruna dari senior terhadap juniornya, setiap ada pemain marching band baru mereka melakukan peloncoan," tambah Awal sembari menjelaskan kegiatan dilakukan pukul 17.00, Selasa (10/1).



    Usai berbincangan dengan sejumlah rekannya, kemudian para pelaku mengumpulkan enam juniornya di ruangan dermotory ring 4 atau tempat ganti pakaian mahasiswa sekitar pukul 22.00. Di tempat itu para pelaku membariskan juniornya dan melakukan penyiksaan. Tak hanya memukul bagian dada dan Ulu hati pakai tangan kosong, pelaku juga secara beruntun melakukan tendangan kaki terhadap korbannya.



    Dua jam di bully, Amir kemudian tumbang para pelaku kemudian panik lalu membaringkan korban di kasur. Setelah itu melaporkan kejadian ini ke mahasiswa tingkat empat. Setelah itu, dengan menggontong korbannya, mereka membawa ke dokter klinik. Tapi, nyawa Amir tak bisa diselamatkan.



    "Dokter klinik menyatakan Amir tewas pukul 00.15 WIB?," tegas Kapolres, sembari menjelaskan pihak STIP melaporkan kejadian ini ke Polsek Cilincing.



    Polisi, sendiri masih menyelidiki kasus ini. Sebab dari rekam jejak yang ada, sedikitnya tiga kasus sudah di tangani oleh Polres Metro Jakarta Utara. tiga mahasiswa meninggal karena kasus bullying, yakni di tahun 2012, 2013, dan 2017.



    Kapolres yakin pada tahun-tahun sebelumnya, bullying serupa terjadi di kampus yang beralamat di kawasan Marunda, Jakarta Utara, terutama pada ekskul marching band. Polisi masih melakukan penyidikan terhadap dugaan yang ada, terlebih korban tewas karena perloncoan karena alat musik marching band.



    Dari olah TKP yang dilakukan kemarin subuh (Rabu), polisi berhasil mengamankan sebotol minyak tawon, sebotol minyak telon, gayung mandi, gelas, dan dua puntung rokok.?? "Sejauh ini yang baru diketahui pelaku menganiyayanya dengan tangan kosong," tuturnya.



    Menurut Kapolres, para pelaku yang diamankan terbukti kuat melakukan pengeroyokan dan didakwa melanggar pasal 170 jo 351 ayat 1 tentang penganiyaan yang menyebabkan kematian terhadap korbannya. Mereka kemudian terancam hukuman 12 tahun penjara.?



    Kasus Bullying yang terjadi di STIP membuat Menteri Perhubungan, Budi Karya geram. Tanpa melalui proses penyidikan langsung memecat Ketua STIP, Weku Frederick Karuntu dan menggantinya dengan Arifin Soenardjo.



    Sementara kepada pelaku yang melakukan Bullying kepada juniornya, pihak STIP bakal melakukan sidang kehormatan. Bila nantinya terbukti melakukan pemukulan, maka lima taruna yang diamankan polisi ini akan dikeluarkan dari sistem pembelajaran.



    Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo di STIP mengatakan investigasi kasus ini masih berlangsung. Tim internal telah dibentuk untuk mengetahui detail kejadian. "Masih kami dalami," jelasnya.



    Sementara untuk mencegah bullying terulang, pihak STIP akan melakukan pemisahaan barak terhadap mahasiswanya. Serta pagar pembantas akan dibuat termasuk memasang CCTV di sejumlah lorong dalam pemeriksaan mulai dari jam 10 malam ke atas. "Kami juga akan melarang taruna untuk tidak keluar barak mulai pukul 21.30," tuturnya.



    Wahju sendiri menargetkan dalam 2 hari kerja tim investigasi dapat melaporkan kejadian tersebut, sehingga evaluasi untuk melakukan pengawasan bakal dilakukan lebih ketat. Meski demikian, Wahju membantah adanya kecolongan dalam peristiwa ini, sebab, pengawasan terhadap kegiatan taruna sudah dilakukan maksimal termasuk membkokan 12 pengawas dari TNI dan Polri.



    "Ya saya katakan kami tunggu hasilnya dari tim investigasi," tegasnya.? Saat ini, BPSDM Kemenhub sendiri melakukan pembinaan terhadap 26 sekolah di Indonesia, mulai dari darat, laut, dan kereta api. Upaya lainnya yang dilakukan agar peristiwa tak terulang, Kemenhub sendiri akan mengupayakan pembinaan hubungan baik antara senior dan junior melalui berbagai acara, seperti olahraga dan musik. Dengan pembauran ini serta penempelan poster di sekolah, Kemenhub berharap perloncoan tak terulang.



    "Setiap taruna baru masuk sudah tulis surat pernyataan soal itu. Hanya masalahnya adalah saya ingin memastikan dengan investigasi," tuturnya. (gum)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top