• Berita Terkini

    Tuesday, January 10, 2017

    Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga di Semarang Nyaris Ricuh

    ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
    SEMARANG – Puluhan pendemo yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang menuntut pemerintahan Jokowi-JK mencabut kebijakan berbagai kenaikan tarif saat ini. Aksi unjuk rasa tersebut digelar Selasa (10/1) sekitar pukul 10.00 di depan Gubernuran, Jalan Pahlawan.


    Peserta aksi menyuarakan penolakan kenaikan tarif dan harga. Di antaranya naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kenaikan tarif listrik.  Pendemo menuntut tiga hal kepada pemerintah. Yaitu mendesak segera mencabut kebijakan-kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat kecil. Selain itu, pemerintah juga harus berani menolak kapitalisme dan imperialisme. Serta menstabilisasikan kembali perekonomian dalam negeri.

    ”Jika pemerintah Jokowi-JK tidak mampu memenuhi tuntutan ini, ya alangkah baiknya pemerintahan yang menjabat sekarang ini untuk mundur saja. Atau kami paksa untuk mundur,” kata Koordinator Aksi, MN Faiq ZN.

    Kebjakan tersebut ditetapkan pemerintah sejak 5 Januari 2017. Berlanjut ke terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016 yang berlaku 6 Januari 2017.

    Faiq menyebutkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tarif listrik, dan STNK ini sangat tidak rasional. Menurutnya kebijakan kenaikan tarif ini nantinya menjadi pukulan telak terhadap masyarakat kecil. Bahkan, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru di tengah masyarakat. ”Semuanya itu menjadi pukulan telak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan ini harus dihapuskan. Menurut saya kebijakan ini kurang pas,” katanya.

    Aksi sempat memanas lantaran orasi mereka tidak mendapat respons dari pemerintah maupun wakil rakyat yang ada di DPRD Jateng. Bahkan, sejumlah mahasiswa juga akan melakukan pembakaran ban. ”Sudah hampir tiga jam, tidak ada satu pun mereka turun ke sini. Kami hanya ingin aspirasi ini didengar dan disampaikan kepada pemerintah pusat,” tegasnya.

    Beruntung, aksi bakar ban tidak terjadi karena dihalau oleh aparat kepolisian yang telah mengawal aksi ini. Meski sempat terjadi ketegangan, aksi ini tidak menimbulkan kericuhan dan tetap berjalan damai. (mha/ric/ce1)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top