• Berita Terkini

    Saturday, January 14, 2017

    Cari Pisau Pelaku, Anggota Polres Purbalingga Sisir Sungai Klawing

    cahyo/radarbanyumas
    PURBALINGGA- Polisi masih mencari keberadaan pisau yang diduga digunakan tersangka Amin Subechi (26) untuk mengeksekusi kedua korban. Hingga Sabtu (14/1) siang, tim SAR Purbalingga dan polisi belum menemukan pisau yang menurut pengakuan tersangka dibuang di aliran sungai Klawing.

    Kasatreskrim Polres Purbalingga, AK Djunaidi mengatakan, pihaknya menurunkan bantuan sejumlah Tim SAR untuk menyusuri kemungkinan keberadaan pisau di aliran Sungai Klawing. Mulai dari arah atas hingga hilir dengan cara menyelam dan menyusuri aliran sungai dengan tali.

    “Pisau itu diduga berbahan stainless steel dan dihanyutkan usai tersangka melakukan aksinya. Bersama tas yang diisi batu dibuang ke aliran sungai. Namun tas sudah ketemu, hanya saja pisau masih dalam pencarian,” paparnya, Sabtu (14/1).

    Tim SAR dan polisi mencari pisau dengan cara masuk ke aliran Sungai Klawing dengan bentangan tali. Dengan radius yang ditentukan dan disisir sesuai kemungkinan yang bisa diperkirakan letaknya.

    Djunaidi juga mengatakan, alat bukti pisau sangat penting dan akan terus diupayakan sampai ketemu. Karena masih belum bisa dipastikan, meski sementara pisau diduga diambil dari dapur rumah korban.

    Polisi  tetap berkeyakinan jika tersangka melakukan aksinya dengan perencanaan. Terbukti dengan cara dia memarkirkan kendaraan, bertopi hitam agar wajahnya tidak terlihat langsung dan membakar dan membuang barang bukti.

    Sementara itu, dalam pemeriksaan lanjutan, keterangan tersangka masih berubah-ubah. Sehingga polisi terus berupaya mengumpulkan alat bukti dan keterangan lainnya. “Kami juga akan menggunakan tim psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka. Meski demikian, keterangan psikolog hanya untuk dasar melangkah penyidik.

    Seperti diketahui, tersangka Amin Subechi (26) ditangkap jajaran tim Reskrim Polres Purbalingga dengan koordinasi Unit 1 Jatanras Polda Jateng pada Kamis (12/1) petang di Cibinong. Kemudian dibawa ke Purbalingga dan tiba pada Jumat (13/1) pukul 03.30 dinihari.
    Amin Subechi, tersangka dugaan pembunuhan Hanani Sulma Mardiyah dan Eti Suherti harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan biadabnya. Polisi bakal menerapkan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun dan maksimal hukuman mati. (amr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top