• Berita Terkini

    Saturday, January 7, 2017

    Beras Organik Aman Bagi Penderita Diabetes

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Para penderita diabetes (kencing manis), diharuskan mengonsumsi makanan yang rendah gula. Untuk itu rata-rata penderita diabetes menghindari makan nasi putih. Pasalnya nasi putih sendiri memang mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Sebagai penggantinya penderita diabetes lebih memilih  mengkonsumsi umbi-umbian maupun oyek.

    Kini dengan adanya beras organik, para penderita diabetes tidak perlu lagi merasa khawatir. Pasalnya, beras organik dinilai rendah  gula dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Dengan tanpa adanya bahan kimia beras organik aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan baik untuk program diet, mencegah kanker, jantung, asam urat, darah tinggi, dan vertigo.

    Petani Pegiat Agensia Hayati Wahyu Karyono mengatakan, sudah lima tahun ini pihaknya selalu bertani organik tanpa pestisida dan pupuk kimia pada sawah seluas 0,5 hektar. Sawah tadah hujan yang berada di posisi paling atas dari pada sawah sekitarnya itu, menjamin tidak adanya pupuk kimia yang masuk ke sawahnya lewat aliran air.

    Selain itu lamanya waktu tidak menggunakan pupuk kimia, juga menjadikan sawah yang digunakan untuk bertani  benar-benar telah terbebas dari pupuk dan pestisida kimia. “Dulu awalnya panennya sangat sedikit, namun kini hasil panen telah sama dengan sawah yang menggunakan pupuk kimia,” tuturnya.

    Dijelaskannya, rasa dan aroma beras organik sangat khas dan dapat dibedakan dengan beras non organik. Pada beras organik rasa lebih pulen dan tidak mudah basi bahkan mampu bertahan hingga dua hari. Bertani dengan sistem organik lebih murah dan sehat, selain itu hasilnya juga melimpah. “Untuk harga kami menjual Rp 17 ribu perkilogram,” tuturnya yang juga pengelola Taman Kupu-kupu  Alian Butterfly Park di Desa Krakal Kecamatan Alian.

    Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga menjelaskan proses bertani dengan cara organik. Pertama dilakukan pemilihan bibit unggul dengan cara merendam benih padi pada larutan air garam. Biji padi terapung berkualitas jelek, sehingga yang digunakan hanya yang tenggelam. “Setelah ditanam di sawah, pemupukan dilakukan secara organik, baik untuk semprot maupun kocor. Beras yang saya jual murni organik,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top