BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Sabtu, 10 Desember 2016

    Roni Kumprung Sulap Akar Bambu Jadi Kerajinan Bermutu

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Selama ini, akar bambu kerap dipandang sebelah mata. Bonggol bambu sisa penebangan hanya kerap dijadikan sebagai kayu bakar atau justru dibiarkan lapuk begitu saja. Namun tidak bagi Roni Kumprung (30), warga  Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun ini.

    Di tangan Roni, akar bambu dapat dibentuk menjadi kerajinan berbentuk unik. Dan, tentu saja mendatangkan fulus.
    Seperti wajah manusia hasil daya kreatifnya ini. Bagian tengah akar bambu dijadikan sebagai wajah, sementara  beberapa akar yang menempel menjadi rambut. Di rumahnya terdapat banyak kerajinan wajah manusia berbahan akar bambu, mulai dari yang botak hingga berambut lengkap.

    Roni menjelaskan proses pembuatan wajah manusia berbahan akar bambu hanya membutuhkan peralatan sederhana seperti pahat, paku dan gergaji. Bahan yang digunakan yakni sisa tebangan bambu “bonggol bambu” yang penuh dengan akar. Di kawasan pedesaan bahan kerajinan tersebut sangat melimpah.  “Wajah dibuat lengkap dengan mata, hidung bibir bahkan kumis,” tuturnya, ditemui, baru-baru ini..

    Menurutnya, untuk membuat satu wajah manusia lengkap dibutuhkan waktu hingga dua hari. Ini tergantung besar kecilnya serta tingkat kerumitan pada proses pembuatan. Harga yang ditawarkan untuk satu kerajinan ini pun tergolong lumayan, yakni kisaran Rp 200-500 ribu rupiah. “Kerajinan ini sudah banyak yang terjual di Kebumen, bahkan sampai Yogyakarta dan Solo,” terangnya.

    Meskipun baru beberapa bulan menekuni kerajinan ini , namun telah banyak warga yang berdatangan untuk membeli maupun sekedar melihat-lihat. Hiasan akar bambu ini sangat cocok untuk menjadi hiasan dinding rumah. “Berbekal ketekunan, kini omset kerajinan ini telah mencapai jutaan rupiah per bulan,” paparnya.

    Kini Roni telah menjadikan kerajinan tersebut, sebagai pekerjaanya sehari-hari. Harapannya ke depan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Dengan sedikit kreativitas, ternyata sebuah limbah yang tampak tidak berguna, dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Ke depan saya akan memanfaatkan beberapa barang yang ada di sekitar, untuk dapat dirubah menjadi barang bernilai tinggai,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top