• Berita Terkini

    Wednesday, December 28, 2016

    Korban Perampokan Sadis di Kebumen Berharap Fitriani Segera Pulang

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Kecemasan masih meliputi anggota keluarga sebuah rumah di RT 2 RW 2 desa Kemangguhan Kecamatan Alian. Mereka adalah kerabat Fitriani (23), warga Kebumen yang menjadi salah satu korban perampokan sadis yang menimpa keluarga Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur.

    Ibu Fitriani, Siti Muslihoh  (40), masih shock mendengar berita perampokan sadis di rumah  Ir Dodi Triono (59), warga perumahan Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12) lalu. Betapa tidak. Dalam kejadian yang menewaskan enam orang itu, Fitriani, anaknya ikut menjadi korban. Beruntung, anak kandungnya tersebut selamat dari maut.

    Siti mengatakan, dia menerima kabar duka itu pada Selasa (27/12) pada pukul 13.00. Saat itu ada seseorang dari pihak kepolisisan melalui menelepon dia. "Saya ditelefon dari Jakarta katanya dari pihak kepolisian dan lagi bersama kakak Fitriyani namanya Ruminah. Dia mengabarkan kalau rumah majikan Fitriani baru kerampokan,"
    ucap Siti Muslihoh ditemui di rumahnya, Rabu (28/12/2016).

    Ruminah merupakan kakak Fitriani yang juga merantau di Jakarta. Bahkan, Ruminah pula yang saat ini mendampingi Fitriani selama dia dirawat di rumah sakit. Fitriani yang sudah berkeluarga dengan satu anak, menjadi tulang punggung bagi keluarga. Menurut sang ibu, Fitriani harus merantau dan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah Dodi Triono, lantaran sang suami, Sakiran warga Desa Widoro Kecamatan Karangsambung juga merantau di Pelambang.

    Kepergian Fitriani dan Sakiran, membuat anak mereka yang juga cucu Siti Muslihoh, ditinggal. Kini bocah bernama Ridho Bahtiar (4) itu tinggal bersama neneknya di kampung. "Sebelum  merantau ke Jakarta, anak saya sempat bekerja di perumahan Wonoyoso Kebumen. Di Jakarta baru lima bulanan lah," ujar Siti Muslihoh yang acap kali dipanggil Saring oleh tetangga-tetangganya tersebut.

    Hingga kemarin, Siti Muslihoh mengaku belum bisa melihat langsung kondisi anak ketiga dari 5 bersaudara tersebut. Maklum, dia yang hanya berprofesi sebagai buruh tani tak punya cukup uang untuk berangkat ke Jakarta. "Sebenarnya pingin sekali lihat kondisi anak saya namun nggak ada dana untuk ke sana," katanya yang kemarin didampingi nenek Fitriani, Sukati (70).

    Istri Kasim (55) itu kini hanya bisa berharap Fitriani dapat kembali ke kampung halaman dengan sehat. "Hanya bisa berdoa agar anak saya cepat cepat pulang," katanya menggunakan bahasa Jawa.

    Sementara itu, teman sekampung Fitriani, Septi Ariana Ningsih, mengaku kaget mendengar apa yang dialami sahabatnya tersebut. Apalagi, dia sempat bekerja di rumah korban. "Saya sempat bekerja di sana (di rumah Dodi triono) namun saya pamit pulang pada Minggu (25/12)," kata Septi Ariana.

    Menurut Septi, mantan majikannya tersebut dikenal sebagai orang yang baik. Meski dia sudah menyatakan berhenti, Dodi masih memintanya untuk kembali bekerja di rumah tersebut, menemani Fitriani. "Keluarga Pak Dodi baik dan perhatian kepada para pembantunya," ujar dia.

    Septi sendirii mengaku sempat berkomunikasi dengan Fitriani pada Minggu malam atau hanya beberapa jam sebelum peristiwa perampokan sadis yang terjadi pada Senin pagi. "Saat itu Fitri cerita suasana di rumah pak Dodi," katanya.
    Perampokan sadis yang menewaskan enam orang akibat disekap di kamar mandi, terjadi di perumahan Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12). Dalam kejadian ini, pelaku perampokan menyekap 11 orang dalam kamar  mandi berukuran 1,5 meter X 1,5 meter dengan kondisi terkunci dari luar. Enam korban meninggal diduga akibat kehabisan oksigen.


    Lima lainnya yang selamat dibawa ke RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur mengalami trauma.

    Keenam korban tewas adalah pemilik rumah Ir Dodi Triono (59) serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok. Kemudian korban selamat adalah Emi (41); anak Ir Dodi, Zanette Kalila Azaria (13); Santi (22), beralamat di Lengkong, Sukabumi (pembantu); Fitriani (23), beralamat di Kebumen; serta Windy (23), beralamat di Banjarnegara. Pelaku sendiri sudah ditangkap polisi, kemarin (28/12). (saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top