• Berita Terkini

    Thursday, December 29, 2016

    "Kado Pahit" dari KPK Jelang Hari Jadi Kebumen Ke-81

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) -  Belum ada pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkembangan perkara suap ijon proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen 2016. Namun, Sekretaris Daerah Adi Pandoyo dan Petruk Basikun Mualim terlihat sudah mengenakan rompi oranye, pertanda Jumat Keramat telah diberlakukan KPK.

    Terlepas dari itu, penetapan tersangka terhadap dua orang tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Dalam beberapa hari terakhir, sudah beredar nama keduanya di kalangan tertentu termasuk di kalangan wartawan. Bahkan, informasi yang diterima koran ini, Sekda telah mengajukan pensiun dini dalam beberapa waktu terakhir.

    .

    Merunut ke belakang, penetapan Adi Pandoyo sebagai tersangka mengkonfirmasi sejak awal KPK telah membidik yang bersangkutan sejak menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada 15 Oktober kemarin. Saat itu, salah satu pimpinan KPK menyebut Sigit Widodo adalah orang kepercayaan Sekda Kebumen, Adi Pandoyo.

    Apapun, ini seakan menjadi "kado pahit" Kebumen menjelang peringatan Hari Jadi Kebumen ke 81 yang jatuh pada 1 Januari 2017. Namun demikian, mengacu pada pernyataan Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, tak ada kaitannya antara penetapan tersangka baru dalam perkara suap ijon proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kebumen 2016 dan penetapan tersangka baru perkara tersebut.

    Dan, mudah-mudahan apa yang terlihat saat ini selaras dengan pernyataan Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad sebelumnya. Dalam sebuah kesempatan, Yahya Fuad menyebut di balik hiruk pikuk OTT KPK, ada rencana Allah SWT agar Kebumen lebih baik ke depan. Tentunya, Kebumen yang bebas korupsi dan berkeadilan. "Saya percaya ada rencana misterius dari Allah SWT terkait persoalan ini (mencuatnya tindak pidana korupsi ijon proyek Dikpora). Dan saya percaya, itu baik bagi masa depan Kebumen ke depan," ujar Yahya Fuad.

    Kini masyarakat Kebumen menunggu pernyataan dari KPK, sejauh mana penanganan perkara ini. Namun demikian, sejumlah pihak menyerukan agar KPK mengusut tuntas perkara korupsi di Kebumen.

      "Soal ijon proyek Dikpora kok pelaku suap pegawai Diparta. Apa tidak ada dari Pihak Dikpora terlibat? Rasanya agak janggal kalau di Dikpora tidak terlibat," ujar  Dosen Universitas Cokroaminoto Jogjakarta, Drs M Khambali SH MH.

    Khambali malah optimis, kehadiran KPK di Kebumen akan menjadi salah satu momentum untuk bersih-bersih Kota ini dari penyakit korupsi. "Masyarakat harus mendukung dan membantu KPK untuk Indonesia Kebumen bebas KKN. Untuk Kebumen Beriman," tegasnya.

    Ungkapan senada sebelumnya diungkap Guru Besar Ilmu Hukum pada Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho SH MH. Hibnu mengatakan, sangat terbuka kemungkinan KPK menetapkan tersangka baru dalam perkara ini. "Penetapan tersangka baru sangat mungkin terbuka. Apalagi bila ada saksi yang diperiksa oleh KPK 'bernyanyi' di hadapan penyidik," kata Hibnu.

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top