• Berita Terkini

    Thursday, December 1, 2016

    Formak Dorong KPK Tuntaskan Pemberantasan Korupsi di Kebumen

    Hadi Waluyo
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara dugaan suap ijon proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen pada APBD Perubahan 2016. Termasuk, membuka kemungkinan akan mengusut kasus lain dalam perkara tersebut.

    Mengenai adanya kasus lain dalam penanganan KPK pada ijon proyek Dikpora sebenarnya bukan isu baru. Bahkan, hal itu sudah pernah disampaikan salah satu saksi yang diperiksa KPK, Basikun Mualim. Kepada Kebumen Ekspres, Petruk mengatakan, terungkapnya sup ijon proyek Dikpora Kebumen terjadi di tengah upaya KPK menyelidiki kasus tersebut.

    Saat itu, Petruk menganalogikan kehadiran KPK di Kebumen sebenarnya sedang membidik mangga jenis manalagi di Kebumen untuk menggambarkan perkara lebih besar yang dibidik KPK."Namun di tengah jalan, mereka menemukan mangga kecut. Tapi adanya mangga kecut ini menjadi pintu masuk bagi KPK (untuk mengungkap kasus lebih besar)," kurang lebih demikian kata pria yang akrab disapa Petruk Kabumian itu.

    Di saat yang sama, Petruk juga mengungkapkan keyakinannya Bupati Kebumen tak terlibat dalam perkara-perkara tersebut. "Saya sangat yakin Bupati saya itu konsisten dengan slogannya no upeti no korupsi," kata pria yang dikenal dekat dengan Yahya Fuad tersebut.

    Mengenai adanya kasus lain yang tengah dibidik KPK juga diamini Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Masyarakat Anti Korupsi (LSM Formak) Hadi Waluyo. Hadi Waluyo meyakini, praktek ijon proyek yang terjadi di Kebumen, bukan terjadi pada pengadaan alat peraga pendidikan saja. Pada penetapan APBD 2016, potensi serupa juga bisa terjadi. Bahkan, pada APBD tahun 2017 yang saat ini tengah dibahas. Bahkan Hadi Waluyo menyatakan sudah ada indikasi ke sana. "Di APBD 2017 juga terindikasi adanya praktek ijon proyek,” ucapnya.

    Mengenai diperiksanya Bupati Kebumen, Hadi Waluyo mengapresiasi langkah KPK. Menurutnya, hal itu menandakan ada kemajuan penanganan perkara ijon proyek Dikpora. "KPK telah mengalami kemajuan dua langkah dalam penanganan perkara ini," katanya.

    Namun demikian, Hadi Waluyo berharap KPK dapat mengusut tuntas perkara korupsi di Kebumen. Paling tidak, memastikan apakah benar ada aroma korupsi pada penetapan APBD 2016 dan APBD 2017. Bila benar ada
    korupsi disana, kata dia, bukan tak mungkin akan lebih banyak para penyelenggara yang terlibat. "Kami mendorong KPK untuk dapat mengungkap tuntas dalam rangka memberantas korupsi di Kota Beriman," ujarnya. (cah/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top