• Berita Terkini

    Saturday, November 19, 2016

    Tragedi Tole-Cempluk Ingatkan Pentingnya Pendidikan Seks Usia Dini

    ILUSTRASI
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Mencuatnya kasus pencabulan yang dilakukan seorang siswa SD di Kecamatan Buluspesantren di tengah tingginya angka kekerasan di Kabupaten Kebumen, menuai keprihatinan banyak pihak.  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pos Advokasi dan Kepedulian Terhadap Anak (PAKTA)Kebumen Syahrizal Gusri pun mengaku prihatin.

    Banyaknya kejadian itu, kata dia, mengingatkan pentingnya para orang tua memberikan pemahaman dan pendidikan  seks sejak usia dini. "Ini penting dilakukan untuk mengantisipasi maraknya jatuh korban baru," kata pria yang akrab disapa Rizal itu, Jumat (18/11).

    Dalam memberikan pemahaman tersebut, katanya, tentunya dilaksanakan dengan bijaksana dan tidak terlalu vulgar. “Minimal anak-anak mengetahui, jika alat kelamin merupakan hal yang mesti dijaga dengan baik,” tuturnya.

    Dengan demikian, maka jika ada ada pihak yang hendak menyentuh, atau melihat alat pribadi tersebut, maka anak dengan segara akan melarang. Anak-anak penting juga diajari bagaimana cara menjaga alat kelamin mereka.

    “Dalam hal ini peran agama juga sangat penting. Misalnya memberikan pemahaman harus malu kalau alat kelaminnya dilihat orang lain. Anak-anak juga penting untuk mengetahui kalau telanjang atau kelihatan didepan orang maka akan berdosa,” terangnya, sembari menambahkan, seharusnya anak-anak tidak boleh telanjang meski di rumah sendiri atau di hadapan Ayah dan Ibu apalagi di hadapan orang lain.

    Pendidikan seks sangat penting diberikan oleh orang tua dan guru di sekolah kepada anak sejak usia dini dengan cara yang bijak, sederhana dan tidak vulgar. Hal tersebut jangan dianggap tabu atau tidak pantas. Ini bertujuan untuk menghindari ancaman kekerasan seksual terhadap anak, yang bisa terjadi sewaktu-waktu. “Selain itu pendidikan karakter dan agama juga perlu terus ditingkatkan, orang tua harus mencontohkan perilaku yang baik dan mengamalkan agama (beribadah)  setiap hari di hadapan anak,” tegasnya.


    Baca juga:
    (Pengakuan Bocah SD Korban Pencabulan ini Sungguh Bikin Shock)

    Syahrizal menambahkan, usia anak merupakan usia emas (golden age). Pada usia tersebut, anak menjadi perekam (meniru, mencontoh) yang hebat, baik secara fisik maupun alam bawah sadarnya (motorik). Maka dari itu jika terjadi trauma pada anak akan sangat sulit untuk dipulihkan. “Salah satu tips yang disampaikan kepada anak misalnya, nak, alat kelamin (tempat pipis) kamu itu tidak boleh terlihat oleh siapa pun, karena itu adalah aurat yang harus selalu tertutup dengan pakaian atau kain pelindung lainnya. Setelah kamu mandi tutupi tubuhmu dengan handuk menuju lemari pakaian dan tutup pintu kamar ketika mengenakan pakaian sampai selesai,” ucapnya.

    Dihubungi terpisah, Kepala UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kecamatan Buluspesantren, Sururudin Spd mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait adanya kasus pencabulan yang dilakukan seorang siswa SD di Desa Banjurmukadan Kecamatan Buluspesantren. Namun hingga kemarin, kata Surur, pihaknya belum mengetahui secara detail persoalan tersebut. Oleh sebab itu dia meminta wartawan koran ini bersabar. "Nanti kalau sudah jelas duduk persoalannya, kami akan beri kabar," ujarnya.


    Seperti diberitakan, seorang siswa kelas V SD di Buluspesantren dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap siswa perempuan adik kelasnya sendiri, pada 4 November lalu. Namun, peristiwa itu tak dilaporkan kepada polisi. Pihak keluarga dari pelaku dan korban memilih jalur kekeluargaaan. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top