• Berita Terkini

    Sunday, November 6, 2016

    Terkait Tarian Erotis, PMII Desak Aparat Turun Tangan

    ilustrasi
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Heboh tarian erotis dari sebuah hotel di pusat Kebumen memancing reaksi keras dari sejumlah elemen masyarakat. Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kebumen Agus Suroso mendesak aparat menindaktegas kasus ini. Adanya kejadian ini menurut Agus Suroso, sudah mencoreng Kebumen yang punya slogan Beriman.

    "Kalau kejadian ini tidak diusut, sama saja dengan pembiaran oleh aparat terkait.  Kalau tidak ada tindakan tegas dari aparat, ganti slogan Kebumen Beriman dengan Kebumen Bermain," kata Agus Suroso, Minggu (6/11/2016).

    Adanya kejadian ini diakui Suroso membuat prihatin. Terlebih di tengah tengah sorotan tentang kasus dugaan suap ijon proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Lebih ironis lagi, aksi-aksi menjurus pornografi semacam itu kini mudah didapati di seluruh penjuru Kebumen. Seperti adanya penampilan hiburan musik yang menyajikan para penyanyi berpakaian minim dan goyangan menjurus vulgar. Belum lagi dengan makin menjamurnya tempat-tempat hiburan malam di Kebumen yang terindikasi menjadi tempat pelampiasan syahwat.

    Adanya banyak persoalan bermuara negatif di Kebumen disebut Agus makin menjatuhkan citra Kebumen sebagai kota religius. Baik di Jawa Tengah maupun nasional. Itu semua terjadi, kata Agus, tak lepas dari telah lunturnya makna Kebumen Beriman (Bersih Indah Manfaat Aman dan Nyaman). Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak untuk mengupayakan agar Beriman tak hanya sebatas slogan. "Jangan sampai Kebumen itu nanti dicap sudah miskin, jadi sarang korupsi dan pornografi merajalela, "katanya.

    Ungkapan keprihatinan juga datang dari Katib Syuriah PCNU Kebuman Salim Wadzy MPdI. Pihaknya berharap, adanya aksi panggung berisi tarian erotis tidak terjadi lagi di Kabupaten Kebumen. “Itu sungguh tidak pantas, dan jangan sampai terjadi lagi,” tegasnya, Minggu (6/11).

    Menurutnya, adanya tarian tersebut, sangat tidak sesuai dengan visi misi Bupati Kebumen yang  religius. Masyarakat seharusnya mendukung dan turut mensukseskan visi misi Bupati Kebumen dan menghindari hal-hal yang bertentangan dengan hal itu. “Intinya sangat disayangkan jika itu sampai terjadi di Kebumen,” katanya yang hingga saat ini mengaku masih belum mengetahui di hotel mana itu dilakukan.

    Seperti diberitakan, foto dan tarian erotis yang menampilkan beberapa penari setengah telanjang beredar di Kebumen dalam beberapa tari terakhir. Acara yang yang digelar di sebuah hotel di pusat Kebumen itu sendiri dilaksanakan pada 15 Oktober lalu. Namun, baru menimbulkan kehebohan saat salah satu pemilik akun facebook mengunggahnya pada Kamis (3/11) lalu. Dalam waktu singkat, baik foto maupun video tarian tersebut langsung mendapat 168 komentar dari para netizen.

    Satpol PP Kebumen sendiri sudah berjanji akan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Namun hingga kemarin, upaya koran ini untuk meminta perkembangan kejadian itu belum mendapat respons. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top