• Berita Terkini

    Thursday, November 3, 2016

    Soal Aksi 4 November, ini Sikap Bupati Kebumen

    HM Yahya Fuad/fotosudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, meminta semua elemen masyarakat untuk menghindari pernyataan yang bernada provokatif. Pernyataan itu disampaikan bupati menanggapi rencana demonstrasi besar-besaran di Jakarta, hari ini Jum’at (4/11/2016).

    Apalagi seperti diberitakan, beberapa warga Kabupaten Kebumen juga berencana ikut serta dalam demonstrasi tersebut. "Hindarkan statemen provokatif, dengan senantiasa menciptakan suasana yang sejuk," kata Mohammad Yahya Fuad, kepada Kebumen Ekspres, Kamis (2/11).

    Bupati mengingatkan, bahwa statemen-statemen tokoh masyarakat selalu berdampak luas. Karena itu diperlukan sifat arif dan bijak dalam menyampaikannya. Namun demikian, terhadap rencana aksi demo tersebut bupati meminta masyarakat tidak boleh bersikap apriori apalagi apatis.  "Sebagai warga bangsa, kita harus peduli serta bersikap dan bertindak yang tepat, arif dan bijaksana," tegasnya.

    Pihaknya menghormati kebebasan menyampaikan pendapat. Di sisi lain, pihaknya berharap agar semua pihak menjaga kondusivitas, iklim sejuk dan pastinya supremasi hukum. Tindakan anarkis maupun kerusuhan bukan sebuah pilihan yang bijak. Bahkan harus dihindari.  "Saya yakin dan percaya, umat Islam, khususnya di Kabupaten Kebumen adalah umat Islam yang berjiwa besar, berpikiran matang dan selalu bertindak dewasa," paparnya.

    Bupati mengajak, melakukan langkah bersama untuk mencegah terjadinya hal-hal yang menjurus ke arah anarkis. Serta bersama-sama membina sebuah bangunan kerukunan di tengah masyarakat. Disinilah peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh politik, tokoh pemuda dan tokoh-tokoh lainnya sangat ditunggu untuk menjaga suasana yang kondusif.  "Kita memahami, bahwa stabilitas daerah merupakan modal dasar dalam membangun dan memajukan daerah. Dimana kearifan lokal merupakan elemen pendukung," tegasnya.

    Agar suasana sejuk tetap terpelihara, Yahya Fuad mengharap setiap elemen masyarakat dapat ikut menjaga ketentraman dan ketertiban. Termasuk dalam menjalankan ibadahnya. "Terlebih jika kita belajar dari konflik yang terjadi di beberapa daerah, yang sering dipicu oleh hal-hal kecil," ucapnya.

    Lebih jauh, bupati menghimbau, agar masyarakat beserta para tokoh menampilkan peran dan suritauladan yang elegan serta mengajak kepada kerukunan dan persatuan. "Ciptakan kesejukan, kedamaian, serta semakin menguatkan semangat persatuan dan kesatuan," pintanya.

    Di tengah masyarakat Kebumen, ada banyak kearifan lokal yang mencerminkan kebersamaan, kegotong- royongan, toleransi dan persatuan. Kearifan lokal, budaya dan kegiatan-kegiatan positif tersebut sejatinya merupakan kekayaan sekaligus sebagai sebuah inovasi. "Serta ijtihad kebaikan yang perlu kita pupuk dan kembangkan," imbuhnya. Di sisi lain, lanjut dia, semua pihak hendaknya juga selalu mencermati dinamika sosial. Terutama yang berkaitan dengan perbedaan pendapat dan pandangan terhadap suku, ras, agama dan golongan. Sehingga dapat mengantisipasi serta mengeliminir persoalan yang muncul karena perbedaan tersebut. "Mari kita jadikan Kabupaten Kebumen sebagai kabupaten yang sejuk namun tetap dinamis," tandasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top