• Berita Terkini

    Wednesday, November 16, 2016

    Realisasi Tanam Padi Kebumen di Bawah Target

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hingga pertengahan November ini realisasi tanam padi di Kabupaten Kebumen belum memenuhi target. Padahal target tanam padi Masa Tanam (MT) Oktober-Maret yang ditetapkan Pemkab Kebumen hingga akhir November 2016 seluas 19.000 hektar.

    Data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Kebumen, hingga 8 November lalu tanam padi baru terealisasi seluas 2.750,75 hektar. Dengan target hasil produksi sebanyak 543,471 ton.
     
    Kepala Distannak Kabupaten Kebumen, Pudji Rahayu, mengatakan salah satu penyebab belum terealisasinya target tersebut karena semakin berkurangnya regu tanam di Kabupaten Kebumen. Pihaknya pun melakukan percepatan penanaman padi dengan menggunakan alat tanam rice transplanter. Sayangnya, belum semua Gapoktan memiliki alat tanam tersebut.

    "Saat ini di Kabupaten Kebumen ada 35 mesin transplanter padi bantuan dari Kementerian Pertanian. Masing-masing kecamatan sudah punya minimal satu unit," kata Pudji Rahayu, kepada Kebumen Ekspres, disela-sela acara tanam padi dengan transplanter bersama bupati di Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen, Selasa (15/11/2016).

    Menurut Pudji, gerakan percepatan tanam dengan alat tanam tersebut, untuk menggerakan masyarakat petani agar sawah segera ditanami.Terlebih, saat ini curah hujan sudah cukup tinggi dan air sudah cukup menggenangi areal persawaha. "Agar pada saat MT III tidak terjadi stagnan dalam pertanaman," ujarnya.

    Dia menjelaskan, rice transplanter merupakan inovasi teknologi mesin tanam pindah bibit pada tanaman padi. Mesin ini dapat mempercepat waktu tanam bibit padi, serta mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam.

    "Ini juga bisa menekan biaya operasional, ini menghemat hingga separonya dari tanam manual. Sehingga meningkatkan pendapatan dari pemilik lahan," tegasnya.

    Hadir pada acara tersebut, Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, Sekda Adi Pandoyo, Camat Kebumen Sumarno, dan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Jaya Kelurahan Bumirejo, Kecamatan Kebumen.

    Bupati Mohammad Yahya Fuad berharap, dengan adanya alat tanam tersebut dapat meminimalisir jadwal tanam mundur dan tidak serempak. "Sehingga berpengaruh terhadap indeks pertanaman padi, yang berpengaruh terhadap produksi padi," tandas bupati.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top