• Berita Terkini

    Friday, November 11, 2016

    Periksa Orang-orang Dekat Bupati Kebumen, Ini Kata KPK..

    Bupati Kebumen HM Yahya Fuad
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sejak digelarnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 15 Oktober 2016 lalu, sudah ada setidaknya 27 orang yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan ijon proyek Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kebumen. Dari ke-27 orang saksi tersebut berasal dari unsur eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemkab Kebumen serta dari unsur pengusaha bahkan akademisi hingga aktivis.

    Namun hingga, berita ini diturunkan Jumat sore (11/11/2016), KPK "baru" menetapkan tiga tersangka. Masing-masing Sigit Widodo (Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ), Yudi Tri Hartanto (Mantan Ketua Komisi A DPRD Kebumen) dan Direktur PT OSMA, Hartoyo.

    Fakta itu lantas mengundang pertanyaan bahkan spekulasi yang terus berkembang di masyarakat. Salah satunya pertanyaan, mengapa banyak diantara para saksi tersebut diantaranya adalah orang-orang terdekat Bupati Kebumen HM Yahya Fuad. Sebut saja misalnya Barli Halim, Imam Satibi, Arif Budiman, Petruk Basikun Mualim, Agus Hasan Hidayat dan Suhartono, Zaeni Miftah hingga Kasran SH yang merupakan tim sukses Yahya Fuad pada Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) 2016 lalu.

    Diminta tanggapannya soal itu, Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengatakan tak ada alasan khusus terkait berapa dan siapa saja yang diperiksa KPK dalam kasus ini. Pemeriksaan saksi-saksi itu, katanya, dalam rangka pendalaman dari hasil sejumlah barang bukti yang disita dan keterangan tersangka. "Itu untuk pendalaman," katanya kepada Kebumen Ekspres, Jumat (11/11/2016).


    Baca juga:
    (Orang-orang Dekatnya "Berurusan dengan KPK", ini Kata Yahya Fuad)

    Dalam sebuah kesempatan, Yahya Fuad kepada Ekspres sudah dengan sangat tegas menyatakan tak terlibat dengan kasus ini. Kendati diakui olehnya orang-orang tersebut dekat dengannya, bukan berarti dia bisa mengontrol setiap aktivitas mereka. "Sampai sekarang saya masih belum tahu detail kasus ini. Dan saya percaya sepenuhnya KPK akan mengungkap tuntas," katanya saat itu.

    Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

    Tanpa mendahului proses hukum yang berjalan pengamat kebijakan Kebumen, Achmad Marzoeki mengatakan masih banyak kemungkinan. Namun demikian, menurutnya apa yang dikatakan Yahya Fuad terkait pemeriksaan terhadap orang dekatnya boleh jadi benar adanya. "Setiap orang yang merasa dekat dengan Bupati, diakui atau tidak diakui akan berusaha mendapatkan keuntungan dari kedekatan it. Yang jadi masalah, apakah (cara orang-orang terdekat bupati mendapatkan) keuntungan itu melanggar hukum atau tidak," ujar pria yang akrab disapa Kang Juki itu.

    Dia malah berpikiran, banyaknya saksi yang diperiksa KPK pada kasus ini lantaran KPK menemukan kasus-kasus serupa dari masa kepemimpinan sebelumnya. Dengan kata lain, Lembaga anti rasuah itu mengusut tuntas kasus ini tak sekedar kasus yang berkembang saat ini. "Mungkin pertanyaan yang bisa diajukan ke KPK, muaranya akan kemana kasus ini?" ujarnya.


    Lantas apa KPK soal bidik Bupati atau bahkan mantan Bupati Kebumen? "Gak ada target-targetan," kata Priharsa.  (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top