• Berita Terkini

    Monday, November 28, 2016

    Penyandang Disabilitas Butuh Dukungan

    saefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kendati memiliki keterbatasan, para penyandang disabilitas  sebenarnya  mempunyai kesempatan dan potensi yang sama dengan mereka yang memiliki tubuh sempurna. Hanya, mereka membutuhkan dukungan dari keluarga, masyarakat juga pemerintah.

    Hal itu terungkap dalam sarasehan bagi penyandang difabel di kompleks Mushola Al Furqan Desa Kembaran, yang digelar oleh Rumah Inklusif, Minggu (27/11/2016). Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Disnakertransos Dwi Suliyanto SSos MSI mewakili Bupati Kebumen HM Yahya Fuad yang tidak bisa hadir. Tampak juga Kepala Desa Kembaran Suparno serta 100 anak dan keluarga penyandang difabel di Kebumen serta masyarakat umum. Adapun pembicara, Safrina Rofalita dari Cerebral Palsy asal Yogyakarta serta Rohmat Dwi Saputra SPd, guru SLB Yapenas Yogyakarta. Kebetulan, keduanya penyandang disabilitas.

    Dalam kesempatan itu, Safrina Rofalita mengatakan tak semestinya penyandang disabilitas merasa rendah diri. Bahkan, mereka bisa melakukan hal yang sama seperti mereka yang memiliki tubuh sempurna. Termasuk mendapat kesetaraan dalam bidang pendidikan. Setidaknya, itu sudah dialaminya sendiri. Sebagai penyandang disabilitas, Safrina Rofalita ternyata mampu meraih gelar sarjana Strata 2 bahkan akan melanjutkan S3nya di Australia..

    Yang diperlukan, oleh Safrina, para penyandang disabilitas harus didukung oleh keluarga, dan lingkungan. "Harusnya pihak keluarga tidak malu memiliki anggota keluarga yang penyandang disabilitas. Bahkan, mereka (pihak) keluarga harus mensuport," ujarnya.

    Bahwa para penyandang disabilitas perlu mendapat dukungan dari keluarga dan masyarakat juga dibenarkan oleh Rohmat Dwi Saputra yang juga penyandang disabilitas. Rohmat yang memiliki keterbatasan karena  sebagian tubuhnya tak dapat difungsikan dengan sempurna sempat merasa "down" saat awal-awal. Apalagi, saat itu dia masih duduk dibangku kelas 5 SD. "Saya sejak kelas 5 SD, dulu sakit keras jadi seperti ini, ya sempat down, malu. Tapi keluarga terus mendukung saya hingga sekarang," kata pria yang telah menyandang gelar S1 Geografi UNY tersebut yang hobi manjat gunung dengan kondisinya tersebut.

    Artinya, kata Rohmat diamini Safrina, peran keluarga lah yang membuat mereka dapat melanjutkan hidup dan dapat bersaing dengan masyarakat normal.

    Ketua Rumah Inklusif Mu'inatul, Choeriyah mengatakan sarasehan merupakan upaya mendukung (support) dan sosialisasi kepada anggota keluarga penyandang disabilitas. Selain itu mendorong mereka dengan kegiatan positif dan memberikan hak bagi para penyandang difabel untuk dapat melaukan aktifitas layaknya orang biasa.

    "Para penyandang difabel membutuhkan dukungan untuk dapat melakukan aktifitas sama dengan kita. Penyandang difabel merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah untuk lebih memikirkan kemajuan kelompok penyandang difabel. Ini juga PR masyarakat dan pemerintah memberikan akses untuk mereka," tambah Mu'inatul didampingi rekanya Umam (35).(saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top