• Berita Terkini

    Thursday, November 24, 2016

    Pemkab Akui Festival Lukulo Kurang Promosi

    sudarnoahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Gelaran akbar Festival Lukulo, yang rencananya akan belangsung mulai 27 November hingga 25 Desember 2016, minim promosi. Padahal even yang baru pertama kali digelar itu dapat berpotensi mendatangkan banyak wisatawan ke Kebumen.

    Asisten I Sekda Kebumen Mahfudz Fauzi dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Hery Setiyanto,  mengakui hal tersebut. Keduanya mengakui minimnya promosi pada acara jumpa pers persiapan Festival Lukulo di Press Center Kebumen, Kamis (24/11).

    Keduanya berdalih penyebab terlambatnya promosi, salah satu penyebabnya bukan karena Kabid Pemasaran Disparbud Sigit Widodo, tersandung kasus yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi karena masih menunggu kepastian anggaran yang dialokasikan melalui Perubahan APBD 2016. "Iya memang ini terlambat, karena memang anggarannya adanya di perubahan. Padahal kalau promosi kuat dapat menarik wisatawan," kata Mahfudz Fauzi, diamini Hery Setiyanto.

    Mahfud Fauzi mengatakan, gelaran perdana ini nantinya akan dievaluasi agar Festival Lukulo tahun depan lebih siap. "Tahun ini untuk mengenalkan dulu, pasti kita akan evaluasi," ujarnya.

    Dia menjelaskan, Festival Lukulo digelar untuk mengenalkan potensi muara Sungai Lukulo yang selama ini terlupakan. Padahal muara sungai terbesar di Kabupaten Kebumen itu memiliki panorama alam yang sangat menarik. Pemkab Kebumen bertekad bakal menyulap kawasan tersebut menjadi destinasi baru.


    Dijumpai terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Wuryanto mengatakan, pihaknya siap menyukseskan festival Lukulo. Salah satunya dengan mematangkan persiapan. Di festival ini, Disparbud mendapat tugas mengisi sejumlah kesenian. Adapun anggarannya, Rp 150 juta bersumber APBD 2016. "Selain dari Disparbud, Festival Lukulo juga disokong dari dinas instansi terkait lainnya, termasuk soal pendanaan,"ujarnya diamini Kasi Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispertabud) Kebumen Isama’un SPd MPd.

    Sejumlah acara akan memeriahkan Festival Lukulo yang bakal berlangsung sekitar 18 hari tersebut. Mulai dari pameran produk-produk yang ada di kawasan sungai hingga atraksi kesenian setempat.

    Ismaun mengatakan, Festival Lukulo akan dibuka oleh Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, pada Minggu (27/11) di Desa Ambalkumolo, Kecamatan Buluspesantren. Pada saat pembukaan akan ada parade batik, festival kentongan hingga gowes.

    Adapun berbagai kegiatan lainnya, meliputi festival kesenian rakyat (27/11), lomba perahu hias (27/11), lomba fotografi (26/11-25/12). Kemudian, festival rebana (27/11), festival geguritan/macapat (1/12), festival tari dolanan anak (2/12), festival dalang dan festival kesenian rakyat (3/12). Selanjutnya, festival produk pertanian dan peternakan (4/12), festival kuliner nusantara (4/12), lomba mancing (4/12). Festival kuda lumping (4/12), lomba dayung perahu naga (10-11/12), rally Jeep (11/12), wisata sepeda XC Fun ( 18/12) dan fun bike wisata (25/12).

    Kawasan wisata muara Sungai Luk Ulo dimulai dari Desa Jogosimo Kecamatan Klirong. Dengan menggunakan perahu nelayan, pengunjung melawan arus untuk menyusuri Sungai Luk Ulo, hingga mencapai Desa Kedungwinangun Kecamatan Klirong, atau Desa Rantewringin Kecamatan Buluspesantren. Di setiap desa yang dilalui tersebut, nantinya akan dibangun dermaga atau tempat persinggahan perahu. Sebagai jalan bagi wisatawan untuk naik ke Desa.
    Para pengunjung menyusuri sungai melewati beberapa desa yakni Jogosimo, Kedungsari, Tanggulangin dan Pandanlor Kecamatan Klirong, serta Desa Ayamputih, Maduretno, Ambalkumolo dan Rantewringin Kecamatan Buluspesantren.(ori/mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top