• Berita Terkini

    Wednesday, November 16, 2016

    Misno Dalsono Jadi Jutawan Gara-gara Ban Bekas

    CAHYO/EKSPRES
    Awalnya Bermodal Nekat, Bangkrut, Coba Lagi dan Berhasil 


    SIAPA saja bisa sukses. Asalkan mau bekerja keras, tekun, ulet pantang menyerah dan terus memperbaiki diri. Seperti cerita hidup Misno Dalsono (45) yang kini menjadi jutawan gara-gara ban bekas ini.
    -------------------------------
    CAHYO K, Buayan
    ------------------------------
    TUMPUKAN ban mobil terlihat di sebuah ruangan sebuah bangunan yang berada di Jalan Raya Karangbolong, Km 10 Buayan atau persis di depan Koramil Buayan. Di bagian lain, terdapat bengkel kerja yang lagi-lagi terdapat banyak ban.Itulah kantor milik Misno Dalsono, pengusaha yang menggeluti vulkanisir ban.


    Pria kelahiran asli Desa Jladri Kecamatan Buayan itu bergerak di bidang usaha vulkanisir ban seperti truk, mobil engkel dan kendaraan roda empat lainnya. Sejak merintis usaha itu pada tahun 2002 silam, kini Misno sudah memiliki belasan karyawan dengan penghasilan tak kurang dari Rp 3 juta perhari. Misno mengatakan, pencapaiannya saat ini bukanlah sesuatu yang datang begitu saja.

    Ada lika-liku bahkan cerita pahit getir untuk mencapainya. Misno, terlahir bukan sebagai anak dari kalangan berada. Dia tumbuh dan dibesarkan di Desa Jladri, Kecamatan Buayan dalam kehidupan khas petani.

    Misno sendiri dikenal keras kepala oleh keluarganya. Saat duduk di bangku kelas 2 SMP, Misno memutuskan keluar dari sekolah dan memilih nekat pergi merantau dalam usia masih 14 tahun. Sudah barang tentu, keputusan nekatnya itu mendapat tentangan keras dari orang tua dan saudara-saudaranya.

    Benar saja. Dalam usia seperti itu, tak banyak yang bisa dia lakukan selain bekerja serabutan agar bisa bertahan hidup. "Saya merantau sekitar 7 tahun. Di Bandung 5 tahun dan Jakarta 2 tahun," kenangnya, saat ditemui, kemarin.

    Akhirnya pada tahun 1996, Misno kembali ke kampung dan menikah dengan Nafsia Rumiati (40) istri tercintanya sampai saat ini. Untuk menghidupi keluarganya, Misno bekerja di usaha vulkanisir ban. Berawal dari Gombong Jaya, Misno kemudian bekerja pada usaha sejenis di Purbalingga,  Pemalang, Pemalang hingga Semarang.

    Hingga pada satu titik, Misno memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Di tahun 2002, dia mendirikan usaha yang diberi nama Kurnia Agung Ban. Awalnya, Misno merasa apa yang diperolehnya selama bekerja sebagai karyawan vulkanisir ban sudah cukup untuk mendirikan usaha. Namun, ternyata tidak demikian. "Baru awal berdiri, saya sempat tertipu bahkan sempat bangkrut. Namun saya tidak menyerah dan terus berusaha hingga akhirnya seperti sekarang ini," kenangnya.

    Ya, jatuh bangun di masa lalu menjadi cerita manis bagi Misno saat ini. Menurutnya, cerita suksesnya saat ini tak lepas dari dukungan keluarga, terutama istrinya. Pernah mengalami jatuh bangun usaha sebelum berhasil, membuat Misno menjadi orang yang punya kepedulian tinggi bagi orang-orang di sekitarnya.

    Apa yang dicapainya saat ini tak dinikmati sendiri. Dia lantas merekrut saudara-saudaranya untuk bersama-sama mengelola usahanya. Termasuk, membantu rekan-rekannya yang dulu sama-sama bekerja sebagai karyawan vulkanisir ban. Itu pula yang kemudian membuatnya mendirikan cabang-cabang usaha di sejumlat tempat. Ada empat tempat yang kini juga menjadi cabang usahanya, masing-masing di Cilacap, Banyumas, Petanahan (Kebumen) serta Maluku Tengah.

    Ya, bak roda kehidupan yang berputar, Misno telah mengalami naik turun roda itu. Oleh sebab itu, saat tengah berada di atas seperti sekarang ini, Misno berusaha memanfaatkannya untuk tidak sekedar mencari keuntungan. Menjaga kepercayaan dan jujur kepada konsumen menjadi cara agar usahanya tetap eksis. Di sisi lain, Misno tak segan memberi pertolongan bagi mereka yang membutuhkan.

    Pengalaman itu juga membuat Misno menyadari pentingnya arti pendidikan. Kepada dua anaknya, Rizal Arif P (19) dan Arifa Damayanti (17) dia menekankan pentingnya pendidikan hingga perguruan tinggi. Selain itu, Misno sendiri tak pernah berhenti belajar. Kini, dia tengah menempuh pendidikan Kejar Paket C demi mendapatkan ijazah SMA. "Kita harus yakin, berani mengambil keputusan serta terus bekerja keras. Bila itu bisa dilakukan, siapa saja bisa sukses. Tak hanya bagi diri sendiri melainkan bagi masyarakat dan orang-orang sekitar," katanya.

    Selain menekuni usaha vulkanisir ban, Misno juga melengkapi usahanya dengan jual ban baru. Selain itu, dia membuka toko spare part sepeda motor yang berada di samping kantor pusatnya di Buayan. (*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top