• Berita Terkini

    Wednesday, November 2, 2016

    Maling masih Gentayangan, Dua Traktor dan Tiga Laptop Hilang

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kasus pencurian semakin merajalela di Kota berslogan Beriman ini. Seperti terjadi pada Rabu (2/11), dua unit mesin traktor dan tiga unit laptop beserta uang tunai digasak pencuri di tempat terpisah.


    Kejadian traktor hilang terjadi di Desa Tambakprogaten Kecamatan Klirong. Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Marbani (46) warga RT 2 RT 4 Desa Tambakprogaten Kecamatan Klirong, Rabu (2/11/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.

    Saat itu, Marbani yang akan menggunakan traktor mendapati traktor milik Gabungan Kelompok tani setempat itu sudah tak berada di tempat. Sadar traktor itu dicuri, Marbani lantas memberitahukan hal itu kepada  Jaenal Mustofa.  Mereka lantas melapor kepada aparat kepolisian di Mapolsek Klirong.

    Kapolres Kebumen AKBP Alpen SH SIK MH melalui Kapolsek Klirong, AKP Diyono membenarkan adanya peristiwa pencurian traktor di wilayah hukumnya tersebut. "Bahkan, di waktu bersamaan juga ada 1 buah mesin traktor milik yang juga merupakan warga  setempat,” tutur AKP Diyono, Rabu (2/11).

    Dijelaskannya, akibat dari pencurian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 23 juta. Satu unit traktor merek Kubota RD 85 kapasitas 8 PK, warna oranye,  milik Kelompok Tani Budaya Tani yang merupakan Bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen senilai Rp 15 juta dan satu unit traktor lagi RD 85 merek Kubota kapasitas 8 Pk milik Kasir Rp 8 juta. “Modus operandi yang dilakukan oleh pencuri adalah dengan membuka empat unit baut,” tegasnya.

    Menurut AKP Diyono, pencurian traktor bukan kali pertama di Kecamatan Klirong. Pencurian lebih disebabkan oleh adanya kesempatan. Pasalnya traktor memang berada di sawah, sehingga dengan mudah pencuri dapat melaksanakan aksinya. Untuk itu pihak pun menghimbau kepada untuk lebih berhati-hati. “Hampir setiap tahun ada kehilangan mesin traktor, salah satunya disebabkan oleh kelalaian pemilik traktor tersebut,” ungkapnya.

    Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga traktor. Ada baiknya traktor di bawa pulang dan tidak diletakkan di sawah. Seandainya terpaksa diletakkan di sawah, seharusnya ada yang menjaganya. “Ini untuk kehati-hatian. Sehingga kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” ucapnya.

    Terpisah, di hari yang sama kasus pencurian juga terjadi wilayah Kecamatan Ambal  tepatnya di SDN Ambal Kliwonan. Di siang bolong sekitar pukul 1130 WIB pencuri dengan leluasa masuk ke  ruangan guru karena memang tidak dikunci. Dalam kesempatan itu pencuri berhasil membawa tiga unit laptop,  1 unit handphone dan uang tunai Rp 4,5 juta. Jumlah total  kerugian akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai Rp 16,5 juta. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top