• Berita Terkini

    Sunday, November 6, 2016

    LPB PDM Purworejo Gelar Simulasi Penanganan Banjir

    PURWOREJO - Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo bersama BPBD Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Simulasi Penanganan Musibah Banjir di desa Desa Wironatan Kecamatan Butuh, Minggu (6/11). Kegiatan itu dilakukan untuk melatih warga agar siaga dalam menghadapi bencana.

    Dalam kesempatakan itu juga dilakukan pembagian paket sembako untuk warga serta penandatanganan Piagam Penghargaan kepada Tim Jamaah Tangguh Bencana Desa Wironatan oleh  LPB PWM Jawa Tengah, LPB PDM, dan BPBD Purworejo. Kegiatan dihadiri Muspika Butuh, Kepala Desa beserta perangkat, berbagai elemen Muhammadiyah dari unsur Majelis dan Lembaga, AUM serta warga desa Wironatan.

    Ketua LPB PDM Purworejo, Widayat mengungkapkan, kegiatan Tangguh Bencana warga Desa Wironatan sudah berlangsung sejak September 2016. Kegiatan pelatihan tersebut rutin diadakan sepekan dua kali, yakni pada hari Rabu malam dan Sabtu malam.

    "Sebagai puncak pelatihan adalah Simulasi Penanganan Musibah Banjir yang melibatkan 40 warga sebagai tim Jamaah Tangguh Bencana. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu di antaranya BPBD, LPB

    PWM Jateng, UMP, PKU Muhammadiyah Kutoarjo, RSU ‘Aisyiyah Purworejo sehingga LPB PDM Purworejo bisa melaksanakan kegiatan penanganan bencana banjir ini," ungkapnya.

    Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Purworejo, Edi Purwanto mengatakan, dengan adanya Jamaah tangguh bencana diharapkan warga menjadi tangguh tidak cemen ketika terjadi bencana. Menurutnya, ada 3 pilar dalam regulasi penanggulangan bencana yakni pemerintah (TNI, Polri), Masyarakat (komunitas, ormas, relawan) dan pelaku usaha.

    "Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Simulasi ini, Tim yang terbentuk di SK bisa kita undang untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPBD untuk meningkatkan kompetensi," katanya.

    Ketua PDM Purworejo Drs H Pudjiono, menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Keagamaan tidak hanya ibadah saja, melainkan juga hubungan dengan sesama manusia.

    "Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada warga Wironatan yang bersedia menerima Muhammadiyah dengan sangat baik. Muhammadiyah siap membantu siapapun yang membutuhkan bantuan. Muhammadiyah memahami agama sebagai rahmatal lil ‘alamin, jadi Muhammadiyah harus menjadi problem solving bukan malah menambah masalah," jelasnya.

    Sementara itu, Camat Butuh, Agus Ari Setiyadi S Sos, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya yang telah dilakukan para relawan Muhammadiyah. Meski banyak bantuan mengalir saat terjadi musibah banjir beberapa bulan lalu, pihaknya berharap bencana najir tidak terulang kembali di Kecamatan Butuh.

    "Kami berharap tali persaudaraan yang sangat bagus ini jangan terputus, ibaratnya Muhammadiyah Purworejo sudah menjadi bagian dari warga Wironatan dan diterima dengan tangan terbuka oleh warga masyarakat. Alam mengingatkan kita bahwa kita harus bisa mengelola alam dan mengeksploitasi dengan cara yang santun dan benar," ungkapnya. (ndi)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top