• Berita Terkini

    Saturday, November 19, 2016

    Kebumen 100 %

    SUDAH lama sekali tak mengisi rubrik ini. Persisnya sejak seorang remaja bernama IK PW menjadi musuh bersama warga Kebumen karena celotehannya di jejaring media sosial facebook medio Maret 2016. Itu artinya  saat tulisan ini dibuat pada 19 November 2016, "kasus" IK PW sudah berlalu 8 bulan.

    Ya, delapan bulan berlalu. Kami percaya sepenuhnya, IK PW sudah menyadari kesalahannya dan kini menjadi gadis santun. Dan, tentu saja tak berpikir akan menghina Kebumen lagi.  Lalu, apa yang terjadi dengan Kebumen sejak saat itu hingga sekarang?

    Biarlah kita jawab sendiri dalam hati. Tidak usah disebarluaskan ke ruang publik. Apalagi sampai menghujat dan menyerang pihak lain. Kiranya semua sepakat, Kebumen saat ini tengah didera cobaan.

    Dan, tampaknya ada yang bisa kita "contoh" dari IK PW kali ini. Bukan soal menghujat dan menghina Kebumen, tentu saja. Namun, kerelaan hati IK PW meminta maaf , menyesali dan tidak akan mengulangi perbuatannya cerobohnya di Maret 2016.


    IK PW, kami yakin sekali, juga menginginkan Kebumen lebih baik. Sementara, kita yang dulu mungkin pernah menghujatnya, sepertinya belum bisa memberikan apa-apa bagi Kebumen. Setidaknya melihat kenyataan hari ini.

    Malah bisa jadi, kita yang dulu menghujat Ika PW ikut punya "andil" atas kondisi Kebumen saat ini. Atau setidaknya, kita tak peduli, sehingga Kebumen seperti terlihat seperti sekarang.

    Celakanya, kita tidak menyesalinya.
    .

    Kendati demikian, dengan atau tanpa kita, Kebumen pasti mampu melewati cobaannya. Kebumen tetaplah Kebumen. Faktanya di tengah banyak cobaan, Kebumen tak pernah kekurangan anak-anak muda berprestasi. Dari tingkat nasional sampai mendunia.

    Hanya, akan terlalu berat bagi mereka bila berjalan sendirian. Harus ada dukungan dari seluruh pihak. Dan menjadi kewajiban kita semua, termasuk bagi media massa seperti kami, untuk membantu orang-orang hebat seperti mereka. Sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.

    Di saat yang sama, marik kita membersihkan hati dari kebencian. Kebumen tidaklah pantas diisi orang-orang yang arogan, penuh dengan kebencian di hatinya. Yang menghina dan menghujat pihak-pihak lain yang berseberangan dengannya.

    Karena Kebumen milik kita semua. Bukan milik sekelompok orang atau golongan tertentu.

    Kebumen membutuhkan orang-orang peduli dan mencintai sepenuh hati. 100 %. Tidak boleh kurang sedikitpun. Dan, Kebumen tahu sekali bagaimana cara mengukur kadar cinta dan memperlakukan mereka. Hanya masalah waktu. Salam Kebumen 100 %!!!!


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top