• Berita Terkini

    Saturday, November 19, 2016

    Kapal Kecelakaan di Perairan Tuban, 15 ABK Hilang

    POLAIR PATI FOR RADAR KUDUS
    PATI – Kapal Motor (KM) Mulya Jati dari Trimulyo, Juwana, Pati, yang mengangkut 27 anak buah kapal (ABK) kecelakaan kemarin. Kapal tersebut bertabrakan dengan KM Tayson 4, yang mengangkut barang di perairan Tuban, Jawa Timur, sekitar pukul 02.00 dini hari. Sebanyak 12 ABK selamat dan diberikan perawatan medis di Puskesmas Paciran, Lamongan. Sedangkan 15 lainnya masih dalam pencarian.

    Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, KM Mulya Jati yang dinakhodai Purwono, warga Desa Trimulyo berangkat dengan 26 ABK lainnya pada Rabu (16/11) petang pukul 18.30. Sementara itu, Kapal Tyson 4 berbendera Vietnam, yang mengangkut tepung akan menuju ke pelabuhan Tajung Perak Surabaya, dan direncanakan bersandar pada Senin (21/11) mendatang.

    Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), perairan sekitar 22 mil lepas dari pantai laut utara Kabupaten Tuban, Jatim, kedua kapal itu terjadi tabrakan. Sebanyak 12 ABK berhasil diselamatkan. Sementara itu, 15 orang lainnya tenggelam dan kini masih dalam pencarian.
    KBO Satpolair Pati Iptu Daffid Paradhi menjelaskan, sudah berkoordiansi dengan Polair Tuban, Rembang, Lamongan, dan Basarnas. Pihaknya juga sudah mengirimkan anggotanya dan pemilik kapal menuju ke TKP untuk memeriksa kondisi ABK. ”Saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan Satpolair Tuban. ABK yang berhasil diselamatkan tidak hanya dari Pati,” ucapnya.

    Rinciannya, tujuh ABK dari Pati, dua dari Rembang, dua dari Jepara, dan satu ABK dari Demak. Kondisi mereka sudah stabil, namun tetap mendapatkan perawatan medis.
    Kades Trimulyo, Muhammad Dalio mengatakan, sudah mendapatkan informasi tersebut dan sudah melaporkan hal itu ke Syahbandar Juwana. KM Mulya Jati merupakan kapal milik Hadi, warga Desa Trimulyo. Namun Hadi sudah meninggal 100 hari lalu. Sekarang pengelolaan kapal diwariskan kepada anak semata wayangnya.

    ”Kapal itu sebenarnya sudah pernah beberapa kali tenggelam. Terakhir tenggelam pada 2010 silam di Pulau Bawean. Kapal tenggelam karena diterjang ombak besar. Beruntung hanya kapal yang tenggelam. Semua ABK-nya berhasil menyelamatkan diri,” ucapnya.

    Menurutnya, tidak ada firasat apapun dari pemilik kapal. Hal itu terjadi karena musibah. Dia pun masih melakukan koorodinasi dengan keluarga dan pihak Syahbandar Juwana serta Sat Polair Pati untuk mengikuti perkembangan ABK yang belum ditemukan. (put/lil)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top