• Berita Terkini

    Tuesday, November 1, 2016

    Harga Sayur Ugal-ugalan, Buncis Rp 8 Ribu

    ILUSTRASI
    KARANGANYAR – Curah hujan tinggi terus berpengaruh terhadap harga sayur mayur. Kenaikan harga sampai tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Hal itu terlihat di Pasar Jungke, Karanganyar kemarin(1/11).

    Yanti, 36, salah satu pedagang Pasar Jungke mengatakan, harga sayur-sayuran terus naik dalam beberapa minggu terakhir. Hal itu disebabkan karena pasokan dari petani semakin berkurang. Curah hujan yang masih tinggi mengakibatkan sayur petani banyak yang mati.

    ”Karena hujan pasokan berkurang, harganya terus naik sampai dua kali lipat,” jelas warga Sambirejo, Jumantono itu.

    Kenaikan harga paling terlihat pada cabai. Cabe rawit hijau dari Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 25.000. Cabai rawit merah (sret) naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram. Cabai merah naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 55.000 per kilogram. Kemudian cabai kriting Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. Tidak hanya itu, bawang merah juga naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram. ”Pasokan masih ada, hanya berkurang dari sebelum hujan,” terangnya.

    Harga sayur lainnya juga naik tajam. Yatmi, 47, pedagang lainnya mengatakan, harga sayuran rata-rata naik dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. Seperti halnya tomat dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram, kubis dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram, buncis dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000 perkilogram, jipang dari Rp 1.500 menjadi Rp 3.000 per kilogram, wortel dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram, Bunga Kol dari Rp 10.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram, dan sawi dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram.

    ”Meskipun banyak yang naik, tapi ada beberapa sayur yang harga tetap. Seperti bawang putih. Padahal biasanya bawang putih juga bisa naik kalau musim hujan,” imbuhnya.
    Intensitas hujan tinggi yang membuat panen sayur merosot turut diamini petani cabai di Karangpandan. Suwarno, 57 mengaku panen cabai merosot karena banyak yang membusuk.
    ”Hujan tinggi, cabainya mudah terkena hama dan busuk. Hasil panen turun drastis,” terang warga Tohkuning, Karangpandan itu. (adi/bun)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top