• Berita Terkini

    Thursday, November 17, 2016

    Hanya 15 Hari Setelah Kecurian, Kades Bonorowo Meninggal Kecelakaan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebuah ungkapan “sudah jatuh tertimpa tangga” terasa pas untuk menggambarkan situasi yang dialami Hj Sunarti (65) istri mendiang Kepala Desa Bonorowo H Kusnen. Betapa tidak, habis rumahnya kemalingan, kini H Kusnen sendiri, mengalami kecelakaan yang menjadi penyebab kematiannya.

    Musibah pencurian yang menyebabkan kerugian mencapai Rp 246.468.800 itu,  terjadi pada Senin (31/10) lalu, yakni saat rumah yang dihuni dalam kondisi kosong. Selang 15 hari setelah musibah tersebut, tepatnya pada Selasa (15/11) sekitar pukul 19.00 WIB, H Kusnen mengalami kecelakaan hingga menjadi penyebab kematiannya.

    Ditemui di rumahnya, Kamis,(17/11), di RT 2 RW 4 Desa Kecamatan Bonorowo Hj Sunarti menceritakan luka mendalam yang dialaminya. Kecelakaan tersebut, berawal saat suaminya pulang dari masjid selepas sholat berjamaah. Saat itu, H Kusnen memang tidak pulang ke rumah karena akan langsung berangkat tahlilan di salah satu rumah warga. Naas dalam perjalanan, dia justri tertabrak pengendara sepeda motor. “Bapak berjalan dari arah Barat ke Timur, tiba-tiba dari belakang ditabrak pengendara sepeda motor,” tuturnya dengan nada suara sedih, Kamis (17/11/2016).

    Dalam insiden tersebut lanjutnya, terdapat tiga korban yang mengalami luka-luka. Dua korban lainnya selamat, namun yang paling parah adalah H Kusnen, sehingga nyawanya tidak dapat tertolong. Almarhum H Kusnen dimakamkan pada Rabu (16/11/2016) di makam desa setempat. “Penabrak sendiri sudah datang ke rumah, untuk meminta maaf. Ini sebuah kecelakaan dan tentunya tidak ada unsur kesengajaan, kami tidak menuntut,” terang ibu empat anak, sembilan cucu tersebut.

    Untuk diketahui, H Kusnen menjabat sebagai Kepala Desa Bonorowo sejak tahun 2007. Pada tahun 2012 lalu, dia terpilih kembali menjadi orang nomor satu di Desanya hingga 2019 mendatang. Itu artinya, jabatan yang diembannya saat ini adalah periode keduanya atau masa jabatannya yang terakhir.

    H Kusnen merupakan pensiunan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta. Keempat anaknya kini telah berkeluarga semua. Dua bertempat tinggal di Jakarta dan dua lainnya tinggal di Yogyakarta.  H Kusnen tutup usia pada usia 70 tahun.

    Hj Sunarti sendiri terlihat tabah, dengan musibah meninggalnya suaminya. Baginya ini merupakan bagian dari suratan takdir sang pencipta. Manusia hanya tinggal menjalaninya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Adapun mengenai musibah sebelumnya yakni pencurian, Hj Sunarti berharap agar aparat kepolisian dapat segera menemukan pelaku pencurian tersebut. “Saya berharap pencurinya dapat segera ditemukan,” ucapnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan pencuri berhasil membobol rumah milik H Kusnen yang berhasil menggasak menggasak uang tunai Rp 242.948.800, sepasang  giwang berlian seharga Rp 3 juta, satu unit Hp Nokia Rp 260 ribu, satu unit Hp Samsung Rp 260 ribu. Dengan demikian total kerugian yang dialami korban adalah Rp 246.468.800. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top