• Berita Terkini

    Sunday, November 6, 2016

    Congkel Gembok, Empat Tahanan Satpol PP Kabur

    M. AINUL ATHO'/RADARPEKALONGAN
    PEKALONGAN - Empat orang dari enam tahanan yang diamankan di sel Kantor Satpol PP Kota Pekalongan, berhasil kabur Minggu (6/11) pagi.
    Mereka kabur dengan cara mencongkel gembok pada pintu sel. Sebenarnya, ada lima tahanan yang berupaya kabur dari sel Satpol PP saat itu. Namun satu orang berhasil ditangkap, dan dikembalikan ke dalam sel.

    Empat orang yang berhasil kabur, bersama dua orang lainnya yang masih berhasil diamankan di sel, merupakan pelaku perbuatan penyakit masyarakat (pekat) yang diamankan petugas Satpol PP dari Pantaisari Minggu pagi. Keenamnya, dilaporkan warga melakukan pesta miras di lokasi tersebut. Tak hanya pesta miras, mereka juga dilaporkan membuat keributan.

    "Minggu pagi ada laporan bahwa di Pantaisari banyak pemuda yang mabuk, dan bikin keributan. Bahkan sampai berkelahi. Kemudian saya tugaskan anggota yang berjaga malam untuk merapat, dan benar didapati banyak yang mabuk, lebih dari 10 orang. Karena petugas hanya enam orang, maka hanya enam pemuda yang dalam kondisi mabuk berat yang bisa diamankan," tutur Kasi Trantib Satpol PP, Sudarno.
    Usai diamankan, keenamnya kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP dan dimasukkan dalam sel untuk pembinaan. Namun karena saat itu waktu pergantian shif dan banyak anggota yang bertugas diluar, hanya satu petugas yang menjaga. Saat petugas tengah tidak ditempat, para tahanan mencongkel gembok. Lima orang berupaya kabur, namun satu berhasil diamankan.
    "Gemboknya dirusak karena memang berukuran kecil. Akhirnya hanya satu yang tertangkap, karena hanya satu petugas yang berjaga," tambah Sudarno.
    Dari keterangan pelaku yang berhasil diamankan kembali, dua orang teridentifikasi yakni TS dan DM. Keduanya berasal dari kampung yang sama dengan dua pelaku lain yang berada di sel yakni AH dan SS.
    "Dua lainnya belum diketahui tapi kami yakin mereka masih satu kampung dengan pelaku yang masih kami amankan di sel. Sehingga setelah ini, akan dikembangkan oleh tim dengan menelusuri alamat pelaku yang masih ditahan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menelusuri," kata dia lagi.

    Sebelumnya dikatakan Sudarno juga pernah terjadi hal serupa. Tahanan berhasil kabur setelah merusak pintu. Sebelum itu, juga pernah terjadi 16 tahanan kabur lewat atap sel. "Tapi dari kasus sebelumnya kami bisa telusuri kembali karena sudah ketahuan alamatnya. Kami panggil orang tuanya untuk penyelesaian," ucapnya.
    Keenam pemuda yang diamankan, teridentifikasi sebagai warga Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Alamat asal para pelaku akan digunakan Satpol PP menjadi dasar penelusuran.
    Sementara itu, SS, pelaku yang berupaya kabur namun berhasil diamankan kembali, saat dimintai keterangan menyatakan bahwa awalnya tidak ada rencana sama sekali untuk kabur. "Tidak direncanakan," ucapnya singkat.
    Dari empat rekannya yang berhasil kabur, SS juga mengaku hanya mengenal dua orang yakni TS dan DM. "Yang dua saya tidak kenal. Kalau TS dan DM masih satu kampung," tandasnya.(nul)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top