• Berita Terkini

    Saturday, November 19, 2016

    20 Siswa LPKS Ngesti Utomo Lulus PBPKM

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sebanyak 20 siswa Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Ngesti Utomo dinyatakan lulus mengikuti Program bantuan Pelatihan Kepada Masyarakat (PBPKM) Tahun 2016. Penutupan program tersebut berlangsung meriah di LPKS Ngesti Utomo Jalan Kutoarjo nomor 20 Kebumen, Kamis (17/11).

    Hadir dalam acara tersebut, staf Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kebumen Sarjio dan PJ Lurah Panjer M Nandir yang memberikan pengarahan kepada para lulusan pelatihan PBPKM tahun 2016, jurusan tata rias Penganten  Solo Putri. Ada yang tidak biasa dalam acara penutupan itu, yakni pihak yang sambutan menggunakan Bahasa Jawa.

    Ini sesuai dengan Imbauan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH, dalam Surat Edaran Nomor 430/9525 tertanggal 7 Oktober 2014 tentang Penggunaan Bahasa Jawa untuk Komunikasi Lisan meminta jajaran SKPD Provinsi Jawa Tengah, bupati/walikota se-Jawa Tengah. Dimana PNS dan para pegawai pemerintah untuk menggunakan Bahasa Jawa setiap pada Hari Kamis.

    Pimpinan LKP Ngesti Utomo Hj Fadilah Sri Maryatni SE mengatakan, PBPKM dilaksanakan selama 100 jam pelatihan @ 45 menit. Pertemuan dilaksanakan selama 13 hari pelatihan, yang dimulai pada tanggal 2 hingga 16 November. “Sakniki sampun sami lulus sedoyo. Mugi-mugi pelatihan niki berkah lan sedoyo siswo sami enggal angsal gawean punopo dene usaha mandiri,” tuturnya menggunakan Bahasa Jawa.

    Sri Maryami juga menyampaikan, program pelatihan dilaksanakan berkat kerjasama antara LPKS Ngesti Utomo dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas. Program ini sangat bermanfaat untuk membantu para masyarakat yang membutuhkan. Mereka mempunyai waktu untuk belajar, namun terkendala dengan biaya. “Sedoyo siswa ingkang nderek PBPKM mboten dipungut biaya,” katanya, sembari menambahkan, wonten LPKS Ngesti Utomo saben dinten Kemis ugi tansah ngagem Boso Jawi. Niki penting kagem sinau pranoto adicoro pinanten.

    Dalam sambutannya, PJ Lurah Panjer M Nandir mengapresiasi dengan hasil pelatihan. Dilihat dari model yang dirias dengan rapi dan teliti oleh para siswa, dapat menunjukkan bahwa meskipun pelatihan dilaksanakan secara singkat, namun para siswa sudah dapat menjadi perias pengantin. “Sampun sami pinter-pinter sanget, hasilipun rapi tur sae,” katanya.

    Penggunaan Bahasa Jawa juga dilakukan oleh Staf Disnakertransos Kebumen Sarjio. Pihaknya menyampikan, semua siswa diharapkan mampu memanfaatkan kompetensi yang telah dimilikinya untuk bekal hidup. Jika memang belum mempunyai modal dapat menggunakan keahlian yang telah dimiliki untuk bekerja. Hal ini dapat dilakukan untuk mengumpulkan modal dan menambah pengalaman.“PBPKM wonten LPKS Ngesti Utomo dipun laksanaken kanti sae. Sedoyo program saget lumampah, kanthi mboten enten aral punopo kemawaon,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top